Hadis shohih tentang kebersihan menjadi salah satu pembicaraan dikalangan penuntut ilmu. Pasalnya, masih bisa ditemui hadis-hadis yang sifatnya lemah.
Salah satunya ialah hadis yang berbunyi: “Sesungguhnya Allah itu baik, mencintai kebaikan. Bersih mencintai kebersihan.” Dikutip dari Islamqa, bahwa ini hadis lemah, bahkan Syekh Albani menghukumi dari periwayatan ini ia adalah munkar sebagaimana dalam ‘Silsilah Dhoifah, (7086).
Meski begitu bukan berarti kebersihan itu tidak diperhatikan dalam Islam. Justru Islam mengatur sampai pada ranah yang mendetail. Berikut ini beberapa hadis shohih tentang kebersihan.
- Hadis Shohih Tentang Kebersihan (Bersuci): Bukti Sebagian dari Keimanan

Nabi sallallahu alaihi wa sallam menjadikan kebersihan sebagai bagian dari keimanan. Dimana beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ “. أخرجه مسلم
“Kesucian/bersuci (kebersihan) separuh dari keimanan.” (HR Muslim, 211)
Kesucian atau kebersihan dalam hal ini mencakup semua kebersihan tidak diragukan lagi.
2. Hadis Shohih Tentang Kebersihan: Anjuran Mandi di Hari Jumat dan Bersiwak

Terdapat beberapa hadis yang menganjurkan mandi pada hari Jum’at dan dua hari raya. Sebagaimana dalam Bukhori, 879 dan Muslim, 846 dari Hadits Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
“Mandi pada hari Jum’ah itu wajib bagi setiap orang yang telah bermimpi (balig).”
Begitu juga perintah Nabi sallallahu alaihi wa sallam kepada para Shahabat yang bekerja sampai keluar darinya bau. Maka beliau memerintahkan kepada mereka untuk mandi.
Ada pula dalam shoheh Bukhori, (903) dan Muslim, (847) dari Aisyah radhiallahu anha berkata:
كَانَ النَّاسُ مَهَنَةَ أَنْفُسِهِمْ ، وَكَانُوا إِذَا رَاحُوا إِلَى الجُمُعَةِ ، رَاحُوا فِي هَيْئَتِهِمْ فَقِيلَ لَهُمْ: لَوِ اغْتَسَلْتُمْ “.
“Dahulu orang-orang mempunyai pekerjaan sendiri. Ketika mereka pergi shalat Jum’ah, mereka pergi dalam kondisi apa adanya, maka dikatakan kepadanya ‘(Alangka bagusnya) kalau mereka mandi.“
3. Hadis Shohih Tentang Kebersihan: Anjuran Mencuci Pakaian

Bahkan sampai pada mencuci pakaian pun, Nabi kita sallallahu alaihi wa sallalm menganjurkannya. Dari Abu Dawud di Sunannya, (4062) dari Jabir bin Abdullah berkata:
أتانا – رسولُ الله – صلَّى الله عليه وسلم – فرأى رجُلاً شعِثاً قد تفرَّقَ شَعرُهُ ، فقال: “أما كان هذا يَجدُ ما يُسَكِّنُ به شَعْرَهَ؟ ” ورأى رجُلاً آخر عليه ثيابٌ وسِخَة فقال: “أَما كان هذا يجدُ ما يَغسِلُ به ثوبَهُ؟ “. والحديث صححه الشيخ الألباني في السلسلة الصحيحة (493
“Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mendatangi kami dan beliau melihat seseorang berdebu dan rambutnya terburai. Maka beliau bersabda, “Apakah dia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat merapikan rambutnya. Dan beliau melihat orang lain memakai baju kotor, maka beliau bersabda, “Apakah dia tidak mendapatkan apa yang dapat mencuci bajunya.” Hadits dinyatakan shoheh oleh Syekh Albani di Silsilah Shohehah, (493).
4. Hadis Shohih Tentang Kebersihan: Membersihkan dan Memberikan Wewangian untuk Masjid

Dari Aisyah radhiallahu anha berkata:
أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وسلم ببنيان المساجد في الدور ، وأمر أن تنظف وتطيب “. أخرجه أحمد في “المسند” (26386) ، وصححه الشيخ الألباني في السلسة الصحيحة (2724)
“Rasulullah sallallahu alaih wa sallam memerintahkan untuk membangun masjid di perkampungan. Dan memerintahkan untuk membersihkan dan memberi wewangian. Dikeluarkan Ahmad di Musnad, (26386). Dinyatakan shoheh oleh Syekh Albani di silsilah shohehah, (2724).
Dalam hadis ini Rasulullah memerintahkan terlebih dahulu untuk membangun masjid namun dengan penekanan agar mau menjaga kebersihannya dan bahkan memberikan wewangiannya sebagai bentuk memuliakan rumah Allah.
5. Hadis Shohih Tentang Kebersihan: Membersihkan Halaman Rumah

Hadis tentang kebersihan pun menyentuh ranah rumah pribadi. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wa sallam menganjurkan kepada umatnya untuk membersihkan halaman rumahnya. Seraya beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
طَهِّرُوا أَفْنِيَتَكُمْ ، فَإِنَّ الْيَهُودَ لَا تُطَهِّرُ أَفْنِيَتَهَا ” . أخرجه الطبراني في “المعجم الأوسط” (4057) ، وحسنه الشيخ الألباني في ”السلسلة الصحيحة” (236
“Bersihkan halaman anda, karena sesungguhnya orang Yahudi tidak membersihkan halamannya.” HR. Tobroni di ‘Mu’jam Ausath, (4057) dinyatakan hasan oleh Albany di Silsilah Shohehah, (236).
Banyak sekali hadis tentang kebersihan yang menganjurkan bahkan menekankan agar kita mau menjaga kebersihan, tidak sekedar pribadi seperti rumah dan mandi saja. Bahkan kebersihan masjid, sampai jalan pun bisa ditemui dalam hadis. Sampai hal itu menjadi kebiasaan yang umum diketahui oleh para Shahabat radhiallahu anhum dan mereka menukilkannya.
Sampai Muhammad bin Sirin mengatakan, “Ketika Abu Musa Al-Asy’ari datang di Basroh. Beliau mengatakan kepada mereka, ‘Sesungguhnya amirul mukminin mengutusku kepada kalian semua. Untuk mengajarkan sunah dan membersihkan jalan-jalan kamu‘.” Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di ‘Mushonafnya, (25923) dengan sanadnya shoheh. []
Wallahu ‘alam bishawwab

