mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
28 Desember 2022 by Qoryah Quran Mafatih

5 Langkah agar Anak Menjadi Birrul Walidain

5 Langkah agar Anak Menjadi Birrul Walidain
28 Desember 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Memiliki anak yang berbakti merupakan impian semua orang tua. Namun, tentunya ada ikhtiar yang harus ditempuh agar harapan itu menjadi kenyataan. Maka sudah seharusnya orang tua tahu langkah agar anak menjadi birrul walidain itu apa saja.

Nah, berikut ini 5 langkah agar anak menjadi birrul walidain yang bisa diterapkan oleh para orang tua:

‎5 Langkah agar Anak Menjadi Birrul Walidain‎: Pertama, Menanamkan Konsep Keimanan yang Benar

BACA JUGA: LARANGAN MENIMBUN HARTA DALAM ISLAM

Memberikan pemahaman kepada anak untuk beribadah kepada Allah Swt sebagaimana dalam Qs Ad-Dzariyat ayat 56.

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya’budụn

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Qs Ad-Dzariyat: 56)

Konsep ini akan mendorong anak berusaha meraih nilai ibadah dari setiap aktivitasnya.  Dia pun akan berupaya agar perlakuan mereka kepada kedua orang tuanya akan berbuah pahala di sisi Allah SWT.

5 Keutamaan Birrul Walidain atau Berbakti Pada Orang Tua, Simak di Sini Ya
Foto: detik.com

Bersikap baik kepada orang tua bukan sekedar dilakukan anak untuk membalas jasa dan kebaikan keduanya. Namun, seorang anak berbuat baik kepada orang tua karena menjalankan perintah Allah SWT.  Banyak ayat yang membahas masalah ini. Di antaranya, dalam firman Allah SWT,

وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا

Wa’budullāha wa lā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu mang kāna mukhtālan fakhụrā

“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan Dia dengan apapun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS an-Nisa’[4]: 36)

Penting bagi anak mengetahui apa saja wujud berbakti kepada orang tua, seperti bersikap lemah lembut dan tidak bersikap kasar, mengikuti perintah keduanya selama tidak menyelahi aturan Allah SWT, menyenangkan hati keduanya, meringankan kesulitan keduanya serta mendoakan keduanya.

‎5 Langkah agar Anak Menjadi Birrul Walidain‎: Kedua, Menjelaskan Keutamaan yang Akan Diperoleh

Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata:

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ : قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ : قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah.” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]

Keutamaan berbakti kepada kedua orang tua juga dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu dengan cara bertawasul dengan amal shalih.

Sebagaimana dikisahkan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar,

انْطَلَقَ ثَلاَثَةُ رَهْطٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى أَوَوُا الْمَبِيْتَ إِلَى غَارٍ فَدَخَلُوْهُ، فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنَ الْجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهَا الْغَارَ. فَقَالُوْا : إِنَّهُ لاَيُنْجِيْكُمْ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ إِلاَّ أَنْ تَدْعُوْا اللهَ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ: اَللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيْرَانِ وَكُنْتُ أَغْبِقُ قَبْلَ هُمَا أَهْلاً وَ لاَ مَالاً، فَنَأَى بِي فِي طَلَبِ شَيْئٍ يَوْمًا فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى نَامَ فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوْقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ. فَكَرِهْتُ أَنْ أَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلاً أَوْمَالاً، فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عَلَى يَدَيَّ أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُمَا حَتَّى بَرَقَ الْفَجْرُ فَاسْتَيْقَظَا فَشَرِبَا غَبُوقَهُمَا. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ هَذِه الصَّخْرَةِ، فَانْفَرَجَتْ شَيْئًا

“Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yang lain, ‘Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut.

Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan kepada anak-anaku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yang menutupi pintu gua itupun bergeser.” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A’mal]

‎5 Langkah agar Anak Menjadi Birrul Walidain‎: Ketiga, Orang Tua Menjadi Roll Model yang Baik

Orang tua pun pada akhirnya tidak hanya menuntut haknya dari anak, namun juga memperhatikan kewajiban yang harus diberikan kepada anak.

Di antara hak-hak anak yang menjadi kewajiban orang tua adalah memberikan makan, minum, pakaian, pengasuhan, pendidikan, juga perhatian dan kasih sayang.  Semua itu akan menjadi bukti di sisi anak bahwa betapa kehadiran orangtuanya sangat berarti dalam kehidupan mereka. 

Kesadaraan ini tampak dalam doa yang senantiasa dipanjatkan anak yang berbakti untuk kedua orang tuanya, yang terdapat dalam firman Allah Swt:

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

Wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS al-Isra’ [17]: 24)

Di samping itu, alangkah baiknya orang tua menjadi roll model yang baik untuk anak seperti dalam menunjukan perlakuan kepada kakek dan neneknya. Sebab apa yang menjadi kebiasaan orangtua akan erekam kuat dalam benak anak bahwa birrul walidayn bukan sebatas teori tentang kebaikan yang diajarkan orang tua mereka.

‎5 Langkah agar Anak Menjadi Birrul Walidain‎: Keempat, Membersihkan Pemahaman yang Merusak Perilaku Anak

Pemisahan agama dari kehidupan yang ada pada zaman ini, sudah seharusnya dijauhkan dari anak. Mereka harus diselamatkan dari kebiasaan hidup bebas tanpa aturan agama. Mereka harus memahami bahwa seluruh perilakunya mesti terikat dengan aturan syariah, termasuk dalam memperlakukan orangtua. Bukan sekedar mengikuti adat kebiasaan, bukan pula mencontoh perilaku artis dan para selebritis terkenal.

‎5 Langkah agar Anak Menjadi Birrul Walidain‎: Kelima, Berdoa kepada Allah Swt

Doa merupakan senjatanya orang mukmin. Begitupula orang tua kepada anaknya. Banyak doa yang tertera dalam Alquran dan bisa digunakan oleh para orangtua, di antaranya:

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā

“Dan orang orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs Al-Furqan: 74)

BACA JUGA: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU

Juga doa Nabi Dzakariya ‘alaihis salaam,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38). Maksud do’a ini kata Ibnu Katsir rahimahullah, “Ya Rabb anugerahkanlah padaku dari sisi-Mu keturunan yang thoyyib yaitu anak yang sholeh. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do’a.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/54)

Previous article4 Nasihat dalam Qs al-Muzzammil yang Menjadi Tuntunan untuk Para DaiNext article The Power Of Habits

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org