mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
10 April 2022 by Qoryah Quran Mafatih

RAMADHAN BULAN PERJUANGAN

RAMADHAN BULAN PERJUANGAN
10 April 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Bulan Ramadhan sebagai bulan ibadah dan perjuangan hakikatnya merupakan bahan bakar kebangkitan kaum muslimin. Teladan sirah nabawiyyah telah memberikan kita gambaran, betapa umat Islam generasi awal sungguh serius dalam berjuang demi agama di bulan mulia itu, salah satu contoh keseriusan tersebut terlihat dari berbagai perang dan ekspedisi militer yang terjadi pada bulan mulia Ramadhan.

Berikut ini dokumentasi sirah nabawiyyah, yang diambil dari kitab Nur al-Yaqin fi Sirah Sayyid al-Mursalin (editor: Majid al-Hamwi, cet. III, Dar Ibn Hazm, 2008), mengenai perang dan ekspedisi militer yang dilakukan kaum muslimin saat bulan Ramadhan:

Dimulai pada Ramadhan 1 Hijriyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim ekspedisi militer yang dipimpin Hamzah bin Abdul Muthallib ra, yang berjumlah tiga puluh orang dengan membawa liwa putih, menuju al-‘Ish untuk menghadang kafilah Quraisy yang kembali dari Syam.

Pada Ramadhan 2 Hijriyah, terjadi perang Badar Kubra, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa tiga ratus tiga belas (313) pasukan, sedangkan kaum Quraisy membawa hampir seribu (1000) pasukan lengkap bersama kavalerinya. Hasilnya kurang lebih satu jam pertempuran, kaum muslimin menang dan kaum kafir Quraisy mengalami kekalahan dengan tujuh puluh terbunuh, serta tujuh puluh jadi tawanan perang kaum muslimin.

Perang Badar dan Sejarah Doanya yang Menggetarkan

Masih pada Ramadhan 2 Hijriyah, sekitar tujuh hari pasca Badar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berangkat menuju Bani Sulaim dan tinggal selama tiga hari di daerah Qarqarah al-Kudr, namun tidak terjadi perang karena musuh telah melarikan diri. Masih di bulan Ramadhan tersebut, diutus juga ‘Umair bin ‘Adi ra untuk menghukum ‘Ashma’ binti Marwan dari Bani Umayyah yang mencela Islam dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah.

Pada Ramadhan 6 Hijriyah, Zaid bin Haritsah ra, diutus bersama beberapa pasukan menyerang Bani Fazarah di Wadi al-Qura’, karena sebelumnya mereka melakukan kejahatan menyerang Zaid saat pulang berdagang dari Syam. Tindakan ini sebagai hukuman bagi Bani Fazarah;

Pada tahun yang sama ekspedisi militer Abdullah bin ‘Atik ra digelar untuk memerangi Abu Rafi Sallam bin Abu al-Huqaiq sebagai provokator penduduk Khaibar untuk menyerang umat Islam; Masih di tahun yang sama di Khaibar, ekspedisi militer yang dipimpin Abdullah bin Rawahah ra ditugaskan memerangi Usair bin Rizam (atau Yusair bin Rizam) atas pengkhianatannya.

Ramadhan 7 Hijriyah, ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi ra diutus ke penduduk al-Maifa’ah di Nejd, bersama seratus tiga puluh (130) pasukan, yang berhasil membunuh sebagian musuh serta menawan sebagian lainnya.

Ramadhan 8 Hijriyah, ekspedisi Abu Qatadah al-Harits bin Rib’i ra diutus menuju wilayah Idham bersama delapan (8) pasukan, sebagai sebuah batu loncatan guna mendukung rencana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menaklukkan Makkah secara legal.

Akhirnya di tahun tersebut, dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala, Makkah bisa ditaklukkan karena kesalahan Quraisy yang melanggar perjanjian Hudaibiyyah, akibat ikut andil dalam serangan yang dilakukan kabilah Bakr terhadap kabilah Khuza’i. Kabilah Khuza’i termasuk pendukung Daulah Madinah, sedangkan kabilah Bakr pendukung Quraisy, yang seharusnya keduanya terikat perjanjian genjatan senjata.

Pada tahun yang sama, hari kelima pasca Fathul Makkah, ekspedisi Khalid bin al-Walid ra bersama tiga puluh (30) kavaleri ditugasi menghancurkan situs al-‘Uzza, berhala paling besar milik kafir Quraisy yang berada di dalam wilayah Nakhlah sekitar empat puluh kilometer dari Makkah. Sedangkan ekspedisi Amr bin al-‘Ash ra ditugasi menghancurkan situs Suwa’, berhala terbesar kabilah Hudzail. Lalu ekspedisi Sa’ad bin Zaid al-Asyhali ra bersama dua puluh (20) kavaleri menghancurkan situs Manah (atau Manat), berhala tersebut milik kabilah Kalb dan Khuza’ah (atau milik Aus dan Khajraz sebelum masuk Islam).

peristiwa pembebasan makkah(fathul makkah)oleh rasullulah

Terakhir di bulan Ramadhan 10 Hijriyah, ada ekspedisi ‘Ali bin Abi Thalib ra bersama banyak pasukan, diutus menuju Bani Madzhij sebuah kabilah di Yaman, yang bertujuan mengajak mereka masuk Islam. Awalnya pasukan ‘Ali bin Abi Thalib ra mendapat perlawanan, setelah perlawanan berhasil dilumpuhkan, akhirnya mereka menerima kekalahan dan memeluk Islam.

Jadi perang dan ekspedisi militer, yang tercatat dilakukan pada bulan Ramadhan berjumlah empat belas (14) kali. Jika ditambah dengan total perang dan ekspedisi militer yang dilakukan Nabi shallallu ‘alaihi wa sallam pasca Daulah Madinah tegak, totalnya menjadi sembilan puluh empat (94) kali.

Demikianlah gambaran perjuangan umat Islam generasi awal di bulan Ramadhan, karena itu meski umat Islam kini menghadapi pandemi yang luar biasa serta menghadapi berbagai tantangan di berbagai belahan dunia, darah perjuangan yang ada dalam sanubari kaum muslimin, pasti bisa memacu kekuatan terpendam umat Islam, sehingga mampu bertahan ditengah ancaman apapun, bahkan mampu membalikkan keadaan menjadi umat pemenang. Wallahu a’lam. []

Sumber: https://news.visimuslim.org/2020/04/ramadhan-bulan-perjuangan.html?m=1

Previous articlePERBUATAN RASULULLAH DAN PRAKTIK BERNEGARANext article MEMAHAMI RUKYAT HILAL GLOBAL

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org