mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
28 Mei 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Menjaga Qana’ah: Kurangi Bergaul dengan Orang Kaya

Menjaga Qana’ah: Kurangi Bergaul dengan Orang Kaya
28 Mei 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Pada masa-masa sulit seperti ini, ada baiknya kita merenungi hadits berikut, sehingga rasa syukur dan qana’ah kita atas segala karunia yang Allah berikan, tetap terjaga dengan baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَقِلُّوا الدُّخُولَ عَلَى الْأَغْنِيَاءِ فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعَمَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ

“Kurangilah kunjungan ke orang-orang kaya karena itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah ‘azza wa jalla.” (HR. al-Hakim)

Hadits ini dinilai shahih isnad oleh al-Hakim, dimana para penulis kitab ada yang menempatkannya pada bab qana’ah, yang lazim dimaknai ridha’ atas karunia yang Allah berikan. Hadits ini semakna dengan hadits (artinya): “Lihatlah kepada orang yang ada di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim, 5264).

Hadits di atas dimulai dengan ungkapan “Kurangilah kunjungan ke orang-orang kaya” yakni yang kaya dengan harta, “Karena itu” mengurangi kunjungan kepada mereka “Lebih baik” lebih pantas dan layak, “Agar kalian tidak meremehkan” memandang rendah dan mencela, “Nikmat Allah ‘azza wa jalla” yang diberikan kepada kalian, pasalnya manusia secara alami mudah iri hati dan cemburu. Saat manusia melihat karunia yang Allah berikan kepada orang lain, maka lahirlah kecemburuan, iri hati, kebencian dan kufur nikmat.

Hadits terebut menggunakan ungkapan “Kurangilah kunjungan” bukan “janganlah mengunjungi”, sebab kadang anda terdorong suatu kebutuhan yang dibolehkan syara’ untuk mendatangi mereka. Karena itulah, ‘Aun bin Abdullah rahimahullah berkata:

صحبت الأغنياء فلم أر أحدا أكثر هما مني، أرى دابة خيرا من دابتي وثوبا خيرا من ثوبي وصحبت الفقراء فاسترحت

Aku bergaul dengan orang-orang kaya, maka aku lihat tidak ada yang lebih gelisah dari diriku. Aku melihat ternaknya terasa lebih baik dari punyaku dan pakaiannya terasa lebih bagus dari milikku. Lalu aku bersahabat dengan orang-orang msikin, maka tenanglah diriku.

Jadi, hadits riwayat al-Hakim yang kita bahas ini, mengandung anjuran agar mengurangi keinginan terhadap dunia dan merasa cukup dengan harta yang sedikit, sebagaimana prinsip hidup yang dijalankan generasi terdahulu. Kerusakan akibat berlebihan bergaul dengan orang kaya adalah munculnya rasa ingin memiliki dunia, menyerupai mereka dalam menumpuk harta dan teralihkan dari ibadah kepada Rabb Yang Maha Kuasa. (Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ ash-Shaghir, II/337). Wallahu a’lam.

(Ust. Yan S. Prasetiadi)

Previous articleTiga Potong Roti yang Penuh HikmahNext article #3 Asas Ketiga Sistem Ekonomi Islam: Distribusi Kekayaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org