Bulan Dzulqa’dah adalah satu di antara bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini memiliki keutamaan dan kemuliaan lebih dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya tentunya tidak tanpa alasan.
Dzulqa’dah secara bahasa terdiri atas dua kata: Dzu dan Qa’dah. Dzu artinya adalah pemilik. Qa’dah berasal dari qa’ada – yaq’udu yang artinya adalah duduk. Dengan kata lain, Dzulqa’dah adalah bulan yang di dalamnya ada duduk. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur’anil ‘Adhim (IV/147) dengan mengatakan:
لِقُعُودِهِمْ فِيهِ عَنِ الْقِتَالِ وَالتَّرْحَالِ
“Karena mereka duduk dari peperangan dan melakukan perjalanan.“
Pasalnya, orang-orang Arab sejak dahulu senantiasa menghentikan peperangan dan tidak melakukan penyerangan terhadap orang lain atau kabilah lainnya pada bulan haram ini.
Allah telah menyebutkan tentang kemuliaan bulan haram ini dalam firman-Nya:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya, hitungan bulan-bulan di sisi Allah ada dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada hari menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada bulan-bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri-diri kalian di dalamnya.” (QS. At-Taubah: 36)
Terkait bulan haram yang dimaksud dalam ayat tersebut, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam jelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu :
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ وَذُو الحِجَّةِ وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ،
“Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya yaitu ada empat bulan haram, tiga bulan secara berturut-turut, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.” (HR. Bukhari, no. 3197)
Memperbanyak Istighfar
Salah satu amalan yang dapat diistimewakan dalam bulan Dzulqa’dah adalah memperbanyak istighfar. Pada bulan ini kaum muslimin dianjurkan untuk lebih khusyuk dalam ibadah. Salah satunya, dengan zikir memperbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah atas kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat serta menahan diri dari perbuatan maksiat.
Allah telah berfirman:
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“…maka janganlah kalian menganiaya diri-diri kalian di dalamnya.” (QS. At-Taubah: 36)
Imam Qatadah mengatakan:
إِنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيئَةً وَوِزْرًا، مِنَ الظُّلْمِ فِيمَا سِوَاهَا، وَإِنْ كَانَ الظُّلْمُ عَلَى كُلِّ حَالٍ عَظِيمًا، وَلَكِنَّ اللَّهَ يُعَظِّمُ مِنْ أَمْرِهِ مَا يَشَاءُ.
“Sesungguhnya, kedhaliman pada bulan-bulan haram lebih besar dosanya daripada kedhaliman pada bulan-bulan lainnya, meskipun kedhaliman adalah berat dalam setiap keadaan, akan tetapi Allah mengagungkan sebagian dari urusan-Nya sesuai kehendak-Nya.” (Tafsir Ibnu Katsir, IV/148).
Al-Hasan juga berkata:
أَكْثِرُوْا مِنَ اْلاِسْتِغْفَارِ فِيْ بُيُوْتِكُمْ وَعَلَى مَوَائِدِكُمْ وَفِيْ طُرُقِكُمْ وَفِيْ أَسْوَاقِكُمْ وَفِيْ مَجَالِسِكُمْ وَأَيْنَمَا كُنْتُمْ، فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُوْنَ مَتَى تَنْزِلُ الْمَغْفِرَةُ.
“Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah kalian, di meja makan, di jalan-jalan, di pasar-pasar, di majlis-majlis dan dimanapun kalian berada, karena kalian tidak tahu kapan ampunan itu turun.” (Tazkiyatun Nufus, hlm. 51)
Maka dari itu, mari kita muliakan bulan haram Dzulqa’dah ini dengan mengerjakan amalan-amalan saleh dan memperbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah serta menjauhi segala perbuatan maksiat. Semoga kita bisa menjadi hamba-hamba Allah yang suci nan bersih dari dosa sehingga dapat selamat di dunia maupun di akhirat. []

