Satu dari banyaknya aspek kehidupa nyang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi seorang Muslim. Sebagaimana yang kita sudah pasti ketahui, jika pribadi seorang muslim yang dikehendaki ialah yang sesuai al-Qur’an dan As-Sunnah.
Tentunya pribadi seorang muslim yang dimaksud ialah pribadi yang sikap, ucapan, dan rindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah SWT.

Persepsi masyarakat tentang pribadi seorang muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit, sehingga seolah-olah pribadi seorang muslim itu yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah.
Padahal itu hanyalah salah satu aspek yang harus lekat kepada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu pribadi seorang muslimyang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim hakiki.
Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya ada 10 ciri pribadi ihsan yang harus lekat kepada seorang muslim:
- Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
- Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar)
- Matinul Khuluq (Akhlak yang kukuh)
- Qowiyyul Jismi (Kekuatan Jasmani)
- Mutsaqofful Fikri (intelek dalam berpikir)
- Mujahadatul Linafsihi (Berjuang melawan hawa nafsu)
- Harishun Ala Waqtihi (Pandai menjaga waktu)
- Munazhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
- Qaridun Ala Kasbi (Mandiri)
- Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Itulah sekolah ciri pribadi ihsan yang harus lekat dengan seorang muslim yang selayaknya tertanam dalam diri kita. Semoga kesepuluh hal tersebut bisa kita laksanakan di tengah peradaban yang semakin suram. Wallahu a’lam. []

