mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
25 Agustus 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Digimon: Buatmu jadi Master atau Monster?

Digimon: Buatmu jadi Master atau Monster?
25 Agustus 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Oleh: Miftahul Rahman (Santri Kelas 10 Pesantren Mafatih Purwakarta)

Bagi anak 90-an, kata Digimon ini sering disandarkan dengan salah satu kartun yang tayang di televisi. Digimon itu sendiri adalah singkatan yang berasal dari kata digital monster. Sesuai namanya kartun ini menceritakan tentang kehidupan manusia yang hidup berdampingan dengan Digimon, robot monster kecil. Robot-robot ini akan selalu mengikuti dan melayani majikannya serta akan memiliki sifat yang mirip dengan majikannya.

Namun di abad ke-20 ini, tanpa sadar Digimon telah masuk ke dunia nyata dalam wujud alat-alat digital dan hidup berdampingan dengan manusia. Alat-alat digital ini benar-benar dapat melayani pemiliknya persis sebagaimana Digimon di dalam kartunya. Bahkan, dengan pesatnya perkembangan teknologi alat-alat digital ini kini dapat memberikan informasi, hiburan, tontonan, bahkan segala hal yang diinginkan pemiliknya dengan cepat dan mudah.

Move Games Umumkan Digimon Super Rumble, MMORPG Berbekal Unreal Engine 4! -  MMO Culture

Namun, terlepas dari banyaknya kecanggihan yang dimiliki alat-alat digital ini, monster tetaplah monster. Selain dapat memberikan manfaat kemudahan dalam mendapatkan informasi dari alat-alat digital ini juga dapat memberikan dampak buruk bila disalahgunakan. Begitu pula dengan hiburan, tontonan, dan segala hal di dalamnya. Bahkan, jika penyalahgunaannya tidak dihentikan, alat-alat digital ini akan memberikan pengaruh yang sangat buruk bagi penggunanya dan akan menghancurkan penggunanya layaknya dihancurkan oleh sebuah monster. Apalagi jika dipakai secara berlebihan tentu hal itu lebih berbahaya lagi.

Istilah monster tidaklah berlebihan jika alat-alat digital tidak digunakan dengan bijak. Hal itu dikarenakan sekarang selain dapat merugikan penggunanya (yang menyalahgunakan alat-alat digital), alat-alat digital juga dapat merugikan orang di sekitar. Seperti contoh, seorang ibu yang lalai dalam mengurus anaknya lantaran asik menelepon teman atau “berselancar” di media sosial. Contoh lainnya adalah seorang anak yang keasikan bermain game sampai tidak menunaikan kewajiban sebagai seorang anak. Namun tidak dapat dipungkiri besarnya peran alat-alat digital dalam perkembangan zaman dan teknologi. Dengan adanya alat-alat digital inilah, pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan mudah. Hal tersebut dapat kita lihat dari teknologi dan transportasi yang semakin modern. Begitupun dengan alat telekomunikasi yang juga semakin canggih.

10 Dampak Buruk Smartphone Bagi Remaja

Pada dasarnya, menggunakan alat-alat digital itu hukumnya mubah. Selama tidak disalahgunakan dan tidak berlebihan dalam pemakaiannya maka boleh saja menggunakan alat-alat digital. Adapun ukuran tidak berlebihan dalam pemakaian alat-alat digital adalah tetap memenuhi kewajiban-kewajiban Hidup baik kewajiban yang berkaitan dengan Tuhan, orang lain, maupun dengan dirinya sendiri. Jika dengan menggunakan alat-alat digital dapat melalaikan seseorang dari kewajibannya hukumnya menjadi tidak boleh. Ada yang mengatakan makruh bahkan ada yang mengatakan haram.

Ajaib ya, Alquran yang diturunkan 14 abad yang lalu telah mengatur pemakaian alat-alat digital ini. Dalam FirmanNya, Allah melarang hambanya melakukan segala sesuatu secara berlebihan tanpa terkecuali dalam menggunakan alat-alat digital yang mengubah hukumnya. Allah memberitahu hal tersebut lewat Alquran dengan lafaz:

.يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-Araf : 31)

Dari ayat tersebut bisa kita ketahui bahwa Allah tidak menyukai (membenci) orang-orang yang berlebihan. Dengan begitu, kita tidak boleh berlebihan dalam melakukan segala sesuatu termasuk menggunakan alat-alat digital.

Simpulannya, tidaklah salah bila kita menggunakan alat-alat digital. Selain memiliki banyak manfaat, Islam tidak melarang untuk menggunakan alat-alat digital titik Islam hanya mengatur cara penggunaannya agar tidak disalahgunakan dan tidak berlebihan dalam pemakaiannya. Selama pengguna tidak menyalahgunakan alat-alat digital dan tidak berlebihan dalam pemakaiannya maka boleh saja menggunakan alat-alat digital. Tentu setelah mengetahui hal tersebut diharapkan para pengguna alat-alat digital dapat bijak dalam menggunakan alat-alat digital serta tidak berlebihan dalam pemakaiannya. Diharapkan juga para pengguna alat-alat digital bisa berkontribusi dalam perkembangan teknologi hari ini walaupun hanya dengan memanfaatkan alat-alat digital.

Maka dari itu, marilah menjadi orang yang bijak dalam menggunakan alat-alat digital. Jangan sampai alat-alat digital yang kita gunakan malah menjadi sesuatu yang rusak dan menghancurkan seperti sebuah monster.

Wallahualam bishowab. []

Previous articlePentingnya Adab dalam IslamNext article MATERI KHUTBAH JUMAT: DARURAT KEBOHONGAN DAN KEZALIMAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org