Shalat Tahajud merupakan salah satu shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam agar diamalkan oleh umatnya. Pasalnya, Shalat yang pelaksanaannya dilakukan pada malam hari ini disebutkan dalam sejumlah hadis dan penjelasan ulama memiliki banyak keutamaan. Beberapa di antaranya, orang yang ahli shalat tahajud akan diangakat derajatnya di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala, dikabulkan doanya, dan dilapangkan segala urusannya di dunia terlebih lagi kelak di akhirat.
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh pada malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang Muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan waktu tersebut ada pada setiap malam.” (HR Muslim)
Dalam hadis yang lain, beliau juga bersabda,
“Sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan shalatlah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur; niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)
Bahkan, lebih tegas lagi Allah menyinggung keutamaan shalat tahajud ini dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Az-Zariyat: 15-18)
Al Hasan Al Bashri mengatakan mengenai ayat ini, “Mereka bersengaja melaksanakan qiyamul lail (shalat tahajud). Di malam hari, mereka hanya tidur sedikit saja. Mereka menghidupkan malam hingga sahur (menjelang shubuh). Dan mereka pun banyak beristighfar di waktu sahur.”
Berikut ini bacaan niat, tata cara, waktu pelaksanaan, dan doa shalat tahajud yang bisa dipelajari dan diamalkan untuk meraih keutamaannya.
Bacaan Niat Shalat Tahajud
صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-Tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah Tahajjud dua raka’at semata-mata karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Shalat Tahajud
Pelaksanaan tata cara shalat tahajud sebenarnya tidaklah berbeda dengan tata cara shalat pada umumnya sebagaimana yang kita ketahui bersama. Shalat tahajud diawali dengan membaca niat shalat tahajud seperti yang dicantumkan di atas. Selanjutnya, melakukan takbiratul ihram, yakni mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga atau bahu seraya membaca Allahu Akbar, lalu dilanjutkan membaca doa iftitah, surah al Fatihah, dan surah-surah pilihan dalam Alquran.
Berikutnya, lakukan tata cara shalat pada umumnya, seperti rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga duduk tahiyyatul akhir di rakaat kedua lalu diakhiri dengan salam.
Selanjutnya, kita disunahkan membaca bacaan wirid, tahmid, shalawat, istighfar kemudian doa shalat tahajud.
Adapun perihal jumlah rakaat shalat tahajud maka bisa merujuk pada keterangan hadis berikut ini.
“Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan shalat malam sebanyak 13 rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat hadis yang lain dijelaskan:
”Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah yang mengerjakan dua rakaat ringan. Setelah itu Rasulullah melaksanakan shalat dua rakaat. Lalu Rasulullah mengerjakan shalat dua rakaat lagi. Lalu beliau mengerjakan shalat dua rakaat lagi yang lebih pendek. Rasulullah mengerjakan shalat dua rakaat yang lebih ringan dari sebelumnya. Lalu dilanjutkan mengerjakan shalat dua rakaat lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Terakhir, Rasulullah melakukan shalat witir satu rakaat. Jumlah seluruhnya, Rasulullah mengerjakan shalat sunnah malam sebanyak 13 rakaat.” (HR. Muslim)
Berdasarkan beberapa hadis sahih di atas, para ulama menyimpulkan bahwa jumlah rakaat shalat tahajud adalah minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat.
Dalam pelaksanaannya yang 12 rakaat, shalat tetap dilakukan dengan salam pada setiap akhir dua rakaat. Disunnahkan juga supaya lebih sempurna shalat malamnya ditambahkan satu rakaat shalat witir sebagai penutup.
Waktu Pelaksanaan Shalat Tahajud
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, disebutkan bahwa Aisyah pernah ditanya mengenai shalat malam yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah pun menjawab,
كَانَ يَنَامُ أَوَّلَهُ وَيَقُومُ آخِرَهُ ، فَيُصَلِّى ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى فِرَاشِهِ ، فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ وَثَبَ ، فَإِنْ كَانَ بِهِ حَاجَةٌ اغْتَسَلَ ، وَإِلاَّ تَوَضَّأَ وَخَرَجَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan shalat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya. Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika memiliki hajat, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudhu lalu segera keluar (ke masjid).” (HR. Bukhari)
Ulama menjelaskan mengenai pembagian waktu shalat tahajud sebagai berikut.
1. Sepertiga malam pertama
Shalat tahajud dapat dilakukan pada waktu sepertiga malam pertama. Waktu sepertiga malam pertama adalah setelah shalat isya sampai dengan pukul 10.30. Diusahakan shalat tahajud dilakukan setelah bangun tidur walau hanya sebentar.
Namun, bukan berarti untuk bisa melaksanakan shalat tahajud disyaratkan harus tidur terlebih dahulu. Hal itu hanya keutamaan, yakni shalat tahajud lebih afdhal/utama dilaksanakan setelah bangun dari tidur di malam hari.
2. Sepertiga malam kedua
Shalat tahajud dapat dilakukan pada waktu sepertiga malam kedua. Shalat tahajud di sepertiga malam kedua adalah antara pukul 10.30-01.30.
3. Sepertiga malam ketiga
Menurut beberapa ulama waktu sepertiga malam yang ketiga adalah waktu yang paling utama ketika mengerjakan shalat tahajud. Waktu sepertiga malam terakhir ini adalah antara pukul 01.30 hingga sebelum memasuki waktu subuh.
Doa setelah Shalat Tahajud
Salah satu keistimewaan shalat tahajud adalah adanya waktu mustajab bagi seorang hamba untuk berdoa. Maka dari itu, perbanyaklah berdoa sesuai dengan hajat kebutuhan kita.
Adapun beberapa doa yang dianjurkan dan diajarkan oleh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bagi umatnya adalah sebagai berikut.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.
“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”
Dalam riwayat yang lain sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari dinyatakan bahwa Rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud maka beliau membaca doa:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya:
“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.
Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau.”
Wallahu a’lam bishawab. []

