Penulis: Zakaria_Naxsantri (Santri Ma’had Mafatih Global)
Setiap manusia itu pasti mempunyai tujuan yang ingin dia raih. Bahkan, kita diciptakan di dunia ini pun mempunyai tujuan dan tugas kita adalah untuk mempersiapkannya. Pertanyannya adalah kapan kita mulai untuk mempersiapkan tujuan yang akan kita raih?
Jika kita ingin mencapai tujuan kita, tidak bisa kita mengaharapkan ketika kita bangun pagi kita langsung berkata: ”Yes, saya sudah berhasil mencapai tujuan saya.” Untuk mencapai tujuan yang ingin kita raih, dibutuhkan tekad dan usaha yang kuat serta dibutuhkan proses waktu yang tidak sebentar, diibaratkan sebuah biji yang tumbuh sebelum menjadi pohon besar yang akan menghasilkan buah yang rasanya sangat enak.
Ingat, jika kita mempunyai tujuan yang sangat tinggi bahkan sampai diluar perkiraan manusia, tidak usah takut, jangan putus asa, karena di dunia ini tidak ada yang namanya tidak mungkin. Seperti halnya kata Muhammad Ali: “IMPOSSIBLE IS NOTHING”.
Di dalam kitab Ta’lim Muta’alim yang dikarang syaikh imam Az-Zurnuji rahmatullah alaih, di dalam sebuah sya’ir:
وَتَعْظُمُ فِيْ عَيْنِ الصَّغِيْرِ صِغَارُهَا وَتَصْغُرُ فِيْ عَيْنِ الْعَظِيْمِ الْعَظَائِم
“Dan menjadi besar dalam pandangan orang yang kecil kemuliaan yang kecil, dan menjadi kecil dalam pandangan orang yang besar perkara yang besar.”
Apa maksudnya? Maksudnya adalah jika seseorang mempunyai tujuan yang besar menurut perkiraan seseorang, maka jika dia orang yang hebat dia akan melihat tujuan itu kecil untuk diraihnya, karena dia yakin pada dirinya bahwa Allah SWT telah menciptakan setiap manusia itu orang-orang yang hebat. Dan yang menghina seseorang bahwa dia tidak akan mencapai tujuannya, maka orang ini adalah orang yang mempunyai pandangan kecil/sempit, karena ia tidak percaya bahwa seseorang itu pasti akan bisa menggapai tujuannya.
Jika kita melihat para pejuang Islam pada zaman dahulu, di antaranya yaitu Muhammad Al-Fatih yang telah berhasil menaklukkan Kostantinopel, pada saat itu kota Konstantinpel adalah kota yang mempunyai pertahanan yang paling kuat dari kota mana pun. Pasalnya, kota itu mempunyai benteng yang berlapis-lapis dan tebal. Sudah banyak para pejuang Islam terdahulu yang mencoba menjebol benteng tersebut, tetapi tidak ada yang berhasil karena saking kuatnya benteng itu. Selain itu, benteng kota Konstantinopel mempunyai rantai yang panjang dan besar yang berada di laut berfungsi untuk mengahadang kapal yang akan menyerang kota tersebut melalui jalur laut. Alhasil, otomatis jika secara logika manusia, sudah tidak ada lahi peluang untuk bisa menaklukkan kota Konstantinopel.
Namun, Muhammad Al-Fatih ia yakin dan optimis bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ia meyakini bahwa perjuangannya ini adalah untuk memenuhi janji Allah dan rasulnya maka ia pun yakin bahwa Allah pasti akan memberikan pertolongannya kepada kaum muslimin. Ternyata benar, Allah SWT memberikan pertolongannya kepada Muhammad Al-Fatih sehingga bisa menjebol benteng tersebut dengan cara memindahkan 72 kapal melewati Bukit Galata dalam waktu semalam.
Jika kita pikirkan secara logika, pasti ini adalah suatu peristiwa yang tidak mungkin bisa terjadi karena jangankan 72 kapal, untuk memindahkan 1 kapal pun melwati bukit itu sudah sangat tidak bisa dibayangkan. Pasalnya, sebagaimana kita ketahui yang namanya kapal itu pasti berat ratusan hingga ribuan kilogram, bahkan bisa mencapai lebih dari ribuan ton. Maka dari itu, ini semua tidak akan bisa dijelaskan oleh akal, tetapi ini semua hanya bisa dijelaskan oleh akidah dan keimanan yang kuat. Sesungguhnya, bagi manusia pasti ada yang tidak mungkin, tetapi bagi Allah SWT tidak ada yang tidak mungkin baginya kun fayakun. Oleh karena itu, tidak ada yang namanya tidak mungkin asalkan syaratnya cuma satu, yaitu keimanan yang mantap akan pertolongan Allah SWT karena sekali lagi bagi Allah tidak ada yang namanya tidak mungkin.
3 tips untuk mecapai tujuan yang akan kita raih
Jangan hanya berdiam diri, ayo bergerak sekarang
Kalau kita hanya berdiam diri, apa yang kita inginkan tidak pernah bisa diraih, cara meraih tujuan, yang paling bagus adalah dengan bergerak maju mengejar tujuan kita. Ayo lakukan apa yang bisa dilakukan untuk menggapai tujuan tersebut. Bukannya memiliki kebiasaan menunda-nunda dan berdiam diri menunggu tujuan menghampiri kita, seperti kata Aa gym, 3 M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang paling kecil, Mulai dari saat ini).
Yakinlah pada diri sendiri
Pada saat tujuan kita ditertawakan oleh banyak orang, yakinlah bahwa kita bisa menggapainya. Kita adalah orang yang paling tahu tentang diri kita sendiri dan bukannya orang lain, biarkan mereka berkata apa, tetapi yang tahu sebenarnya hanyalah Allah dan diri kita sendiri.
Berdoa dan tawakal
Faktor terakhir dalam meraih suatu tujuan, tetaplah Allah yang menetapkannya, manusia boleh berusaha, tetapi Allah lah yang berkehendak. Setelah kita melakukan semua usaha di atas, saatnya kita untuk berdoa kepada Allah, meminta dimudahkan jalan-jalannya dalam mewujudkan tujuan yang kita inginkan.
Maka dari itu, mulailah dari sekarang untuk merencanakan apa yang akan kita lakukan untuk menggapai tujuan kita, setelah itu barulah kita bertindak, ingin mulai dari mana?; ke mana yang harus kita tempuh?; dan apa saja yang dibutuhkan? Ingat..!! Tujuan kita sudah ada dihadapan kita, keberhasilan itu diukur seberapa besar niat dan usaha yang kita miliki!

