mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
18 Mei 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Waspada, 4 Dampak Negatif Pendidikan Sekularistik

Waspada, 4 Dampak Negatif Pendidikan Sekularistik
18 Mei 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Berbicara soal dunia pendidikan, sepertinya selalu tak lepas dari beragam masalah yang mendera di negeri ini. Mulai dari masalah di kalangan pelajar/sekolah, seperti pergaulan bebas, tawuran, narkoba, pengangguran dsb. hingga level kurikulum maupun sistem pendidikan yang carut-marut. Salah satunya, seperti masalah pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring di masa pandemi yang kerap menuai polemik hingga saat ini.

Lantas, mengapa semua masalah itu kerap terjadi? Banyak ahli maupun pengamat pendidikan menilai akar masalah utama maraknya terjadi beragam kasus dalam dunia pendidikan di negeri ini adalah karena sistem pendidikan yang sekularistik. Hal itu seperti yang diungkap salah satunya oleh Praktisi Pendidikan Fitriana, S.Pd., dalam Kajian Online Muslimah Shalihah: Sekularisasi Pendidikan Menjadikan Generasi Islam Jauh dari Islam, Ahad (4/04/2021) secara daring di Depok.

Seperti yang dilansir Mediaumat.news, Fitriana menilai bahwa setidaknya ada empat dampak negatif terhadap generasi penerus akibat diterapkannya sistem pendidikan yang bersifat sekularistik.

1. Terjadinya degradasi moral

“Adanya budaya pacaran, seks bebas, aborsi, narkoba, tawuran, pembunuhan bahkan LGBT mewarnai kehidupan generasi masa kini. Ini memperburuk karakter dan kepribadian anak bangsa sebagai generasi di masa depan,” bebernya di hadapan sekitar 114 ibu-ibu dan remaja puteri di Depok.

2. Menafikan agama dari kehidupan dan mencetak manusia cerdas saintek tetapi jauh dari nilai-nilai moral

“Alih-alih membentuk manusia yang beriman dan berakhlak, justru kurikulum yang diterapkan saat ini melahirkan generasi yang rusak, minus iman, akhlak dan adab,” jelasnya.

3. Banyak kalangan pejabat berpendidikan tinggi terlibat kasus korupsi

4. Materi ajar dan mata kuliah agama hanya dua jam mata pelajaran, setara satu setengah jam dalam sepekan

“Tentu ini akan sulit memberi dampak positip dalam kehidupan individu, masyarakat dan negara,” terangnya.

Empat hal di atas tentunya tidak akan kita jumpai dalam sistem pendidikan Islam yang asasnya berlandaskan ideologi atau akidah Islam. Pasalnya, dalam sistem pendidikan Islam, terdapat upaya sadar terstruktur, terprogram, dan sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang dimaksud sebagaimana telah digariskan oleh syariat Islam, yaitu membentuk manusia bertakwa yang memiliki kepribadian Islam secara utuh, yakni pola pikir dan pola sikap yang didasarkan pada akidah Islam.

Dengan tujuan pendidikan seperti ini, Fitriana menambakan, output yang akan dihasilkan dari pendidikan Islam adalah generasi yang bertakwa, tunduk dan taat pada hukum Allah, bukan generasi yang miskin moralitas, lemah dan tidak  memiliki ghirah agama.

“Kurikulum dan kebijakan pendidikan berpijak pada pengokohan akidah, penguatan kepribadian Islam, faqih dalam agama dan tinggi dalam saintek, akan melahirkan pribadi berkarakter ulama sekaligus ilmuwan. Kebijakan negara didukung oleh kurikulum kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler serta lingkungan yang kondusif,” ujarnya.

“Para ulama mengatakan, orang Barat bisa maju karena meninggalkan agamanya. Sedangkan Muslim hanya akan maju jika mendalami agamanya,” pungkasnya. []

Previous articleMemaknai Hakikat Idul Fitri: Taat Ilahi Sepenuh HatiNext article 7 Amalan Bernilai Pahala Haji dan Umrah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org