Hasad merupakan salah satu sifat tercela. Sebagaimana menjadi suatu kewajiban bagi kita agar bisa menghindarkan diri dari sifat tercela, termasuk hasad. Maka dari itu kita perlu tahu bagaimana cara menghindari hasad.
Imam Nawawi mengatakan jika hasad ini merupakan perasaan memiliki atau angan-angan agar kenikmatan milik orang lain hilang dari dirinya.
Akibat dari sifat hasad akan membuat pemiliknya merasa tidak senang jika melihat orang lain bahagia dan bahkan berusaha menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini akan muncul pada diri seseorang sebab adanya rasa benci terhadap sesuatu yang dimiliki orang lain, baik berupa harta benda ataupun jabatan.
BACA JUGA: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU
Sifat hasad bisa menghilangkan kebaikan yang dimiliki oleh seseorang, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (H.R. Abu Dawud)
Berikut 3 cara untuk menghindari hasad agar tidak menetap dalam diri hati kita:
Cara Menghindari Hasad: Pertama, Pertebal iman

Dalam kitab Asbab Ziyadatil Iman wa Nuqshanihi, Syaikh Prof. Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah menyebutkan setidaknya terdapat tiga cara dahsyat dalam meningkatkan keimanan yakni mempelajari ilmu yang bermanfaat, memperhatikan ayat-ayat Allah yang kauniyyah, dan bersungguh-sungguh dalam beramal shaleh, baik dengan hati, lisan, maupun anggota tubuh lahiriyah.
Cara Menghindari Hasad: Kedua, Mengingat akibat hasad yang berdampak di dunia maupun di akhirat

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang berbuat zalim pada saudaranya, maka hendaknya dia meminta kehalalan padanya, karena kelak di akhirat tiada lagi dinar maupun dirham sebelum kebaikannya diambil untuk saudaranya (yang dia zalimi). Bila tidak memiliki kebaikan maka kejelekan saudaranya (yang dia zalimi) akan diberikan padanya.” (HR. Bukhari, no. 6534)
Cara Menghindari Hasad: Ketiga, Selalu bersyukur

Bersyukur tidak perlu menunggu kita punya segalanya. Sebab kita pun dianjurkan untuk mensyukuri yang sedikit, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak,” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).
Itulah 3 cara untuk menghindari sifat hasad, Meskipun sifat hasad ini tercela, namun terdapat sifat hasad yang diperbolehkan hanya kepada dua orang saja.
Sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri hikmah (karunia ilmu berupa al-Quran dan Hadis), kemudian ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR Bukhori dan Muslim)
Wallahu a’lam bishowwab. []
SUMBER: RUMAYSHO

