Adab terhadap ilmu bisa dimulai dengan mempraktikan cara-cara berikut:
1. Pertama, menuntut ilmu.
Manusia mulia karena ilmu yang dimiliki bisa diterapkan dalam kehidupan. Apa yang mau dicari dalam hidup? Apa yang mau ditampakkan dalam hidup? Bagaimana cara kita menjalani hidup? Jawabannya akan ditemukan masing-masing ketika sudah menuntut ilmu.
2. Kedua, menerapkan ilmu.
Setelah dipelajari, maka harus diterapkan. Orang menuntut ilmu kalau tidak diterapkan maka tidak akan menjadi apa-apa bagi hidupnya. Intelek pun percuma, sebab siapa pula yang mau bicara dengan orang yang terlalu pandai—kalau temannya awam. Tidak akan nyambung. Kalau digunakan untuk diskusi dengan orang yang lebih pandai, maka akan tampak jelas kebodohan kita. Maka, mengamalkan ilmu menjadi jalan untuk tidak mempermalukan diri sendiri.
3. Ketiga, menyampaikan ilmu.
Menyampaikan ilmu bukan dengan mengajar, atau khutbah, tapi dengan dakwah. Dakwah itu lebih fleksibel secara teknis, bisa sambil nongkrong, dan bisa dengan obrolan ringan tapi serius. Dakwah juga harus dua arah, saling merespons, maka keahlian berbicara bisa dilatih dengan cara mencobanya. Kita tidak akan tahu cara mudah memahamkan ide kepada orang sampai kita mencobanya sendiri.
Wallahu a’lam bishawab. []

