Oleh: Ikhlas Hikmatiar (Pengajar di Pesantren Mafatih Purwakarta)
Bayangkan bagaimana seandainya keahlian yang kita gemari menjadi suatu bidang pekerjaan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah alias sumber penghasilan bagi kita. Tentunya menyenangkan bukan?
Tatkala banyak orang bekerja keras hingga mati-matian mempertaruhkan harta, jiwa, maupun martabat demi meraih penghasilan/rezeki, kita cukup melakukan suatu aktivitas yang menyenangkan dan kita kuasai maka dengan sendirinya rezeki menghampiri kita. Wow amazing!
Tiger Woods adalah salah satu orangnya. Pegolf nomor satu dunia itu mampu menjadikan hobi sekaligus keahliannya sebagai sumber penghasilan atau pekerjaan yang menyenangkan baginya. Banyak orang yang membayarnya hanya untuk bermain golf. Hampir setiap pekan ia bermain dan belajar lebih banyak tentang cara bermain yang lebih baik. Alhasil, iya pun semakin expert (ahli) di bidangnya dan pada saat yang sama ia mendapat bayaran dari pekerjaan atau bidang keahlian yang menyenangkan baginya itu.
Masih di level dunia, di antara kita tampaknya juga mengenal beberapa expert yang sukses di bidangnya. Berbicara software komputer maka kita akan mengenal seorang export bernama Bill Gates; di bidang sepak bola kita kenal Pele, Maradona, Ronaldo, Lionel Messi, dan lain sebagainya; di bidang basket kita pun mengenal Michael Jordan; bahkan di bidang pesawat terbang nama BJ Habibie sudah tidak asing lagi kita kenal dan mendunia.
Tak hanya level dunia, level nasional pun kita banyak mengenal orang-orang hebat dan expert di bidangnya. Kita bisa tahu Hermawan Kartajaya dan Handi Irawan yang ekspert di bidang marketing. Andy f Noya tentunya tak asing lagi bagi penonton metro TV yang mengenal beliau sebagai expert di bidang wawancara narasumber. Termasuk di bidang podcast maka kita mengenal Deddy Corbuzier sebagai expert rajanya podcast nomor satu di tanah air.
Tak terkecuali di lingkungan tempat kita tinggal ataupun bekerja, masih banyak orang-orang expert yang dikenal oleh masyarakat sebagai ahli di bidangnya masing-masing. Keahlian mereka itu bukan hanya menjadi hobi atau aktivitas pengisi waktu luang yang menyenangkan bagi mereka, melainkan sebagai sumber penghasilan utama yang membuat mereka dikenal banyak orang. Asyik bukan?

Maka dari itu, mulailah temukanlah exprert apa yang ingin kita kembangkan. Kita ingin dikenal sebagai seorang expert di bidang apa?
Tanyakan itu pada diri kita dan carilah jawabannya. Setelah mendapatkan jawabannya, mulailah mengembangkannya dengan mengoptimalkan segala potensi pada diri kita termasuk prestasi terbaik yang kita punya. Apabila suatu keahlian yang kita miliki dengan Istiqomah ah terus kita tingkatkan dan tekuni hingga kita ahli di bidang tersebut, Insya Allah itu akan menjadi suatu kelebihan pada diri kita yang bernilai banyak kebaikan, baik bagi diri kita maupun orang lain pada umumnya.

Nah, bagaimana sekarang apakah Anda sudah menemukan expert apa yang akan Anda kembangkan? Jika masih bingung menentukan expert apa yang ingin kita kembangkan, berikut adalah empat langkah yang insya Allah dapat membantu kita menemukan suatu expert (keahlian) pada diri kita, dikutip dari bukunya Jamil Azzaini: Tuhan, Inilah Proposal Hidupku.
- Mulailah dengan mendaftar semua kegiatan yang telah kita jalani dan banyak menghabiskan waktu.
- Selanjutnya, kelompokkan kegiatan tersebut menjadi 3 bagian: kegiatan yang kita kuasai, kegiatan yang kita cintai, dan kegiatan yang menghasilkan. Boleh jadi satu kegiatan bisa termasuk ke dalam 3 bagian tersebut.
- Berikutnya, pilih dari daftar itu satu dua atau tiga hal yang paling kita kuasai, kita cintai, dan menghasilkan. Fokuslah pada kegiatan tersebut karena itu adalah diri Anda. Mulai hari ini waktu anda seharusnya paling banyak dialokasikan pada hal yang anda kuasai, cintai, dan menghasilkan.
- Lihatlah daftar kembali, ciptakan rencana untuk mendelegasikan semua kegiatan lain pada orang lain. Kegiatan yang tidak kita kuasai, cintai, dan menghasilkan maka serahkanlah kepada orang lain. Biarkanlah hal itu dikuasai, dicintai, dan memberi manfaat bagi orang lain. Dengan cara seperti ini, kita akan semakin fokus pada hal yang benar-benar kita kuasai, cintai, dan menghasilkan.
Sampai di sini, kita telah bersiap untuk menjadi seorang expert maka jadilah diri sendiri. Tidak perlu iri dengan expert yang dimiliki orang lain. Fokuskan hidup kita dengan expert yang kita miliki. Jangan biarkan waktu habis hanya untuk membanding-bandingkan expert kita dengan orang lain. Ingatlah bahwa kita adalah masterpiece. Semoga bermanfaat. []

