Sebagian orang mungkin ada yang tidak suka dengan kehadiran binatang di dekatnya. Namun ada juga orang yang justru senang dekat dengan hewan bahkan memeliharanya. Lantas adakah tuntunan cara memelihara binatang dalam Islam?
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang memutuskan untuk memelihara binatang. Baik itu binatang liar, meupun binatang jinak.
Nah, berikut ini tiga tips memelihara binatang dalam Islam yang penting untuk diketahui:
- Tips Memelihara Binatang: Merawat penuh kasih sayang sebagai bentuk keimanan

Ketika kita memutuskan untuk memelihara binatang, maka hal yang paling penting ialah merawatnya dengan kasih sayang sebagai bentuk keimanan.
“Barang siapa yang memelihara kuda (binatang) di jalan Allah dengan penuh keimanan pada Allah dan yakin akan janji kebaikan-Nya, maka sesungguhnya makanan terhadap kudanya yang dikenyangkan, pemberian minuman kepada kudanya hingga puas, bahkan kotoran dan kencing (kuda) nya kelak akan ditimbang (sebagai kebaikan) pada hari kiamat.” (HR. Bukhori)
2. Tips Memelihara Binatang: Mengambil manfaat yang ada pada binatang secukupnya

Kita diperbolehkan memanfaatkan faedah yang ada pada binatang peliharaan, namun tentu secukupnya dan tidak berlebihan apalagi menyiksa binatang tersebut.
“Pada binatang terdapat faedah yang banyak, air susu yang ada di dalam perut binatang adalah minuman yang lezat, dagingnya untuk dimakan, kulitnya untuk membuat kemah, bulunya menghangatkan badan, bulunya indah jika dipandang, tenaganya dapat digunakan sebagai alat angkut dan juga menjadi kendaraan yang indah dipandang. Madu berguna sebagai obat.” (QS: 16:66, 23:12, 16:80, 16:5-8, 36: 72, 16: 69)
3. Tips Memelihara Binatang: Memperhatikan makan dan minumnya

Hal ini yang paling penting, agar tidak lupa untuk memperhatikan makanan dan minuman binatang peliharaan. Sebab apabila sampai binatang tersebut kelaparan dan kehausan maka pemiliknya berdosa. Namun justru jika kita mampu memberikan haknya sebaik mungkin, maka kita mendapat pahala kebaikan.
“Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah.” (Bukhori, Muslim).
wallahu a’lam bishawab []

