Bulan Dzulhijjah adalah salah satu di antara bulan dalam Islam yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta’ala bagi umat muslim. Di dalamnya banyak keutamaan yang bisa diraih oleh umat Islam dengan berbagai amal saleh. Dalam hadis, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“ (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Apa sajakah amal saleh yang disunahkan untuk diamalkan pada bulan Dzulhijjah, khususnya di sepuluh hari pertama bulan yang mulia ini?
Berikut kami uraikan secara ringkas 6 amalan yang disunahkan pada bulan Dzulhijjah.
1. Puasa

Kaum muslim disunnahkan memperbanyak puasa mulai dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah. Pasalnya, diriwayatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Dawud)
2. Takbir dan Dzikir

Bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doa merupakan di antara amalan saleh yang diutamakan pada bulan Dzulhijjah. Bahkan, sunahnya adalah mengeraskan suara saat bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid, dan tempat-tempat lainnya.
Imam Bukhari menyebutkan,
وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .
Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.
Adapun takbir bagi orang yang tidak berhaji dilakukan mulai dari shalat subuh pada hari ‘Arofah (9 Dzulhijah) hingga waktu ashar pada hari tasyriq yang terakhir. Sementara itu, bagi orang yang berhaji dimulai dari shalat zuhur hari Nahr (10 Dzulhijah) hingga hari tasyriq yang terakhir.
Ucapan takbir yang bisa diamalkan sebagai berikut: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
3. Menunaikan Haji dan Umroh

Menunaikan haji ke Baitullah adalah amalan yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ibadah haji juga merupakan amalan yang khas pada bulan Dzulhijjah sehingga sebagian masyarakat menyebutnya dengan bulan haji ataupun lebaran haji, istilah lain dari Idul Adha/Idul Kurban.
4. Memperbanyak Amalan Saleh

Beberapa di antara amal saleh yang dianjurkan diamalkan seperti memperbanyak shalat, sedekah, membaca Alquran, maupun beramar makruf nahi mungkar. Hal itu sebagaimana keutamaan hadits Ibnu ‘Abbas yang telah disebutkan di atas.
5. Shalat Sunah Idul Adha

Shalat Idul Adha merupakan ibadah shalat sunah yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha. Shalat sunah Idul Adha dilaksanakan tak jauh berbeda dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri, yakni di lapangan terbuka dan dihadiri oleh jamaah kaum muslimin dan muslimat.
6. Berkurban

Berkurban merupakan sunah yang diajarkan Nabi Ibrahim a.s. yang kemudian menjadi syariat Islam bagi Rasulullah dan umatnya. Berkurban disunahkan pada hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq dengan binatang sembelihan, seperti unta, sapi, kerbau, domba ataupun kambing.

