mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
10 April 2022 by Qoryah Quran Mafatih

PERBUATAN RASULULLAH DAN PRAKTIK BERNEGARA

PERBUATAN RASULULLAH DAN PRAKTIK BERNEGARA
10 April 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Dalam al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, karya Imam al-Amidi rahimahullah, diulas disitu mengenai ragam af’al (perbuatan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mana yang merupakan dalil syariat bagi umatnya dan mana yang bukan.

1. Pertama, perbuatan manusia biasa (al-af’al al-jibilliyyah), seperti berdiri, duduk, makan, minum dll., tidak ada perbedaan pendapat, hal tersebut perbuatan yang mubah, baik bagi Baginda maupun bagi umatnya.

2. Kedua, perbuatan yang terbukti sesuai ijma’ sebagai keistimewaan (khawwash) Baginda, yang tidak seorang pun umatnya boleh melakukannya. Seperti kewajiban dhuha, tahajud dll, atau kebolehan shaum terus menerus, menikah lebih dari empat istri, mendatangi Mekkah tanpa ihram dll. Ini semua haram bagi umatnya.

3. Ketiga, perbuatan yang merupakan penjelasan (bayan) bagi umatnya, perbuatan semacam ini adalah dalil syariat, semua ulama menyepakati ini. Baik dengan kejelasan ucapan Baginda melalui hadits, misal “Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat”; atau dengan indikasi keadaan tertentu, seperti penjelasan terhadap dalil umum atau global, misal Baginda memotong tangan pencuri berupa pergelangan tangan, sebagai penjelasan firman Allah al-Ma’idah ayat 38, dll.

4. Keempat, perbuatan yang belum diketahui sebagai penjelasan atau bukan, hal ini merupakan otoritas ulama mujtahid atau ulama ushul untuk menentukannya, berdasarkan kaidah-kaidah ushul yang muktabar. Walaupun imam al-Amidi sendiri sudah punya rumusannya dalam kitab al-Ihkam tersebut, silahkan merujuk kesitu. (al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, cet Dar al-Kutub al-Ilmiyyah: I/148-149).

Lalu bagaimana dengan isu negara Islam di Madinah yang didirikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah haram bagi umatnya untuk diikuti dan ditegakkan pada masa modern kini? Ataukah justru boleh bahkan wajib diikuti dan ditegakkan umatnya pada masa modern kini?

Jawabannya kembali kepada tipe perbuatan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di atas. Bahwa ternyata, para Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai umatnya menjalankan praktik bernegara Khilafah Rasyidah, hal ini merupakan ijma sahabat, itu artinya praktik bernegara yang dilakukan Rasulullah ternyata dijalankan oleh para Sahabat. Apalagi secara linguistik Khalifah artinya pengganti, sehingga muncullah sebutan Khalifah Rasulillah bagi Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. (al-Mawardi, al-Ahkam as-Sulthaniyyah, h. 22).

Para sahabat tentu menjalankan praktik bernegara tersebut bukan berdasarkan wahyu yang langsung turun kepada mereka, namun berdasarkan wahyu yang sudah terwujud menjadi dalil-dalil Syariah, dan mereka memahami dalil-dalil tersebut serta menjalankannya sesuai pemahaman paripurna mereka sebagai generasi terbaik.

Selanjutnya, para ulama melalui sanad mereka yang tersambung dengan generasi awal tadi, merumuskan pengetahuan mengenai cara bernegara tersebut melalui beragam kitab fikih dengan berbagai madzhabnya. Sehingga pada gilirannya, muncul ulama-ulama yang khusus menulis karya di bidang al-Ahkam as-Sulthaniyyah atau as-Siyasah asy-Syar’iyyah dan sebutan sinonim lainnya. Semisal imam al-Mawardi rahimahullah dengan al-Ahkam as-Sulthaniyyah, al-Farra’ rahimahullah dengan judul mirip al-Ahkam as-Sulthaniyyah, Imam Ibnu Jama’ah rahimahullah dengan Tahrir al-Ahkam dll.

Alhamdulillah dengan ilmu yang diwariskan para ulama, kita semuanya jadi tahu, ternyata tidak haram mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bernegara, bahkan merupakan kewajiban untuk selalu mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam praktik bernegara. Insya Allah inilah jalan yang selamat. Imam Malik rahimahullah berkata:

‎السنة مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق

Sunnah Rasulullah itu laksana perahu nabi Nuh, maka siapa yang menaikinya pasti selamat, dan siapa yang tertinggal darinya pasti tenggelam. (Tarikh Baghdad, 3850). Wallahu a’lam bi ash-Shawab. []

Ustaz Yan S. Prasetiadi
(6 Ramadhan 1443 H)

Previous articleMelatih Adab di Bulan Suci RamadanNext article RAMADHAN BULAN PERJUANGAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org