mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
7 April 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Melatih Adab di Bulan Suci Ramadan

Melatih Adab di Bulan Suci Ramadan
7 April 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Oleh: Ustaz Alvy Rizqy Pratama (Pengajar di Pesantren Mafatih Purwakarta)

Ramadan adalah thariqah bagi kita untuk mendekatkan diri pada Allah. Yang dilatih di sini bukan hanya berbagai kebiasaan positif saja, melainkan juga amal dan adab. Ada kalimat terkenal di kalangan ahli tasawuf berbunyi sebagai berikut:

الطريقة كلها أدب
Thariqah itu seluruhnya adab.

Maka dalam bulan yang dimuliakan Allah ini kita mesti melatih diri kita menjadi lebih baik. Agar berbekas taqwa kita sepanjang hayat.

Membiasakan diri dengan adab mesti kita jadikan sebagai cara kita menempuh Ramadan supaya lebih baik lagi di bulan berikutnya.

Hakikat Adab

Adab adalah sisi praktis dari akhlak. Sementara akhlak adalah syariat Islam itu sendiri. Bisa dibilang, adab adalah etika dengan standar syariat, bukan akal seperti pada filsafat etika.

Hakikat adab adalah memuliakan suatu perkara. Misalnya, adab terhadap diri sendiri, berarti memuliakan diri sendiri. Caranya dengan menerapkan sifat-sifat terpuji menurut standar Islam, membersihkan hati, tidak makan kecuali yang halal dan thayib, menyegerakan diri dalam beribadah, dan sebagainya.

Atau adab makan, berarti memuliakan makanan dan diri sendiri ketika makan. Misalnya, memulai dengan doa, makan dengan tangan kanan, tidak terburu-buru ketika makan, tidak rakus, dan mengambil makanan dari yang dekat dengan pandangan kita.

Semuanya berdampak kepada kemuliaan diri sendiri, martabat, dan kesan bagi orang lain. Sebab, sederhananya, orang yang mengganggu itu tidak beradab.

Keluasan Adab

Keluasan pengkajian soal adab sama luasnya dengan membahas syariat. Karena adab adalah bagian dari syariat. Tentu saja perlu waktu untuk mempelajari seluruhnya sampai bisa menjadi bagian dari cara hidup kita.

Tapi paling tidak, kita bisa paham, bahwa adab itu harus seiring dengan pemahaman terhadap syariat. Selain itu, juga sejauh mana kita menghormati dan memuliakan sesuatu.

The Loss of Adab

Prof. Muhammad Naquib al-Attas menemukan satu problem fatal di tubuh umat Islam. Di antaranya adalah yang beliau sebut sebagai The Loss of Adab (Hilangnya Adab). Bukan cuma adab pada diri sendiri, tapi dalam berbagai aspek, termasuk dalam politik dan sains.

Penyebab paling mendasar dari kehilangan adab ini adalah pemikiran sekulerisme yang memisahkan antara materi dengan ruh, sehingga suatu perbuatan hanya dilihat baik-buruknya berdasarkan perbuatan yang nampaknya saja, tidak diperhatikan motivasi perbuatan dan nilai yang hendak dicapainya.

Karena dipisahkannya materi dengan ruh, efeknya berimbas pada dianggap tidak sakralnya suatu amal saleh. Bahkan amalan sehari-hari pun seolah tidak ada pahalanya.

Lebih jauh lagi, ialah pemisahan agama dari kehidupan, bahkan pemisahan agama dari negara.

Sederhananya, dampak yang sangat jelas dari sekulerisme ini tampak pada pembahasan agama yang dipersempit hanya perkara ibadah mahdah saja, pembahasan agama tidak boleh di luar forum pengajian seperti tempat nongkrong dan warung kopi, dan negara yang dibangun di atas syariat.

Langkah Awal

Untuk memulai perubahan pada diri sendiri, kita harus paham dulu konsep akidah dan syariat sebagai landasan dan cara hidup, apa saja racun-racun pemikiran, dan bagaimana mengubah keadaan yang kurang adab menjadi beradab.

Menerapkan adab dalam diri sendiri harus dimulai dengan pemahaman soal adab terlebih dahulu dan rinciannya di setiap momen dan tempat. Termasuk kesadaran hati tentang hubungan manusia dengan Allah harus mulai dilatih.

Dengan begitu gagasan soal kerusakan adab di antara kita menemukan solusinya berupa penerapan adab bagi diri sendiri.

Di antara adab terhadap ilmu juga berupa menyampaikan ilmu yang baru di dapat kepada siapapun yang memungkinkan untuk dipahamkan, baik itu teman, saudara, maupun keluarga. Dalam menyampaikan ilmu juga kita mesti paham, kita hanya berbicara, terkait perkataan kita menyentuh hati atau tidak itu urusan Allah. Menyampaikan adalah perkara zhahir, sedangkan diterima atau tidak itu perkara batin yang hanya Allah yang tahu. []

Previous article8 TIPS MENDIDIK ANAK PUASA RAMADHANNext article PERBUATAN RASULULLAH DAN PRAKTIK BERNEGARA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org