mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
31 Mei 2022 by Qoryah Quran Mafatih

4 Karakteristik Ibadah, Muslim Wajib Tahu!

4 Karakteristik Ibadah, Muslim Wajib Tahu!
31 Mei 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Ada beberapa karakteristik yang ditetapkan Allah dalam beribadah, yang tentunya agak berbeda dengan hukum-hukum yang lain, antara lain:

1. Pertama, ibadah bersifat tauqifiyyah (mutlak urusan Allah)

Setiap muslim yang melaksanakan ibadah wajib terikat secara penuh kepada apa saja yang dinyatakan nas, yaitu wahyu Allah swt. Karena itu, seorang muslim wajib melakukan shalat, zakat, puasa dan haji dengan aturan-aturan khusus. Contohnya, tidak sah shalat seorang muslim yang tangannya dilipat ke belakang ketika melakukan shalat, sebab cara seperti ini tidak pernah dinyatakan oleh nas. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku melakukan shalat.” (HR. Al-Bukhari, no. 595, 5549, dan 6705).

Demikian pula, tidak sah melaksanakan ibadah haji di bulan Ramadhan. Sebab, Allah telah menetapkan waktu-waktu tertentu untuk melaksanakan manasik.

2. Kedua, ibadah tidak memiliki ‘illat. Hukum-hukum ibadah tidak mengandung ‘illat syar’iyyah (alasan hukum)

Kebersihan, misalnya, bukanlah ‘illat bagi wudhu. Begitu juga olah raga dan kesehatan bukanlah ‘illat bagi shalat. Sebab, hukum yang mengandung ‘illat, mesti ditunjukan dengan dalil yang dapat membuktikan bahwa hukum tersebut memiliki ‘illat. Sedangkan hukum-hukum ibadah, tidak sedikitpun disebutkan adanya ‘illat syar’iyyah-nya.

3. Ketiga, ibadah ditujukan kepada Allah semata

Ibadah ditujukan untuk mengatur hubungan manusia dengan Rabbnya. Seorang muslim tidak boleh menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun ketika beribadah. Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Dan janganlah kamu berdo’a kepada Tuhan yang lain bersama dengan Allah.” (QS. Al-Qashash [28]: 88);

وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Dan janganlah dia menyekutukan Rabb-nya dengan seorangpun dalam beribadah.” (QS. Al-Kahfi [18]: 110).

4. Keempat, ibadah mesti dengan niat Ikhlas

Syarat agar ibadah diterima adalah dengan niat, yakni ketika ibadah yang dilakukan semata karena Allah. Jika seorang muslim melakukan shalat, tetapi tidak berniat melakukan shalat untuk Allah, maka shalatnya tidak akan diterima. Tentu saja orang tersebut tidak akan memperoleh apa-apa. Dengan kata lain, kewajiban tersebut belum gugur darinya. Sebab, aktivitasnya dianggap tidak sah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Al-Bukhari dari Umar bin al-Khattab).

Amal perbuatan yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah ibadah, bukan yang lain. Sebab, dalam melakukan tasharruf qauli (aktivitas timbal balik yang bersifat lisan) seperti akad jual-beli, atau yang lain tidak diperlukan niat agar amal perbuatannya dianggap sah oleh Allah swt. []

Ustaz Yan S. Prasetiadi (Pengasuh Majelis Syaraful Ummah Purwakarta)

Previous articleMerenungi Makna IbadahNext article 5 Tujuan & Hikmah Ibadah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org