Tujuan & Hikmah Ibadah
Allah mensyariatkan ibadah untuk mengatur hubungan manusia dengan-Nya. Dialah zat yang Maha Mengetahui tujuan ibadah, dan Dialah zat yang Maha memberikan balasan pahala kepada siapa saja yang melakukannya. Kerena itulah, manusia tidak bisa menentukan tujuan ibadah, kecuali berdasarkan dalil syara’. Tujuan atau hikmah yang ditentukan Allah ta’ala dalam beberapa masalah ibadah adalah:
- Shalat

Allah telah menyebutkan hikmah dari shalat, yaitu dalam firman-Nya (artinya): “Sesungguhnya shalat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabût [29]: 45).
Shalat orang yang ikhlas, disertai penghayatan mendalam terhadap setiap bacaan dalam shalat, akan dapat menjauhkan orang tersebut dari perbuatan munkar dan semua bentuk aktivitas yang tercela.
2. Shaum

Hikmah perlaksanaan shaum (puasa) sebagimana yang disebutkan Allah adalah meningkatkan kualitas ketakwaan seseorang (artinya): “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)
Difardhukan shaum (puasa) bertujuan agar bisa menjaga dari semua hal yang diharamkan kepada manusia, karena itu perbuatan yang diharamkan tersebut jangan dikerjakan, baik berdusta, sumpah palsu, zina dan larangan yang lainnya.
3. Zakat

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan orang kaya ketika telah mencapai nisab, harta tersebut wajib dikeluarkan setiap tahun, yang diserahkan kepada mustahiq (orang yang berhak menerima zakat). Seperti fakir dan miskin. Allah berfirman (artinya): “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah [9]: 103)
Tujuan zakat sebagaimana yang dimaksudkan oleh ayat tersebut adalah membersihkan jiwa orang kaya dari sifat bakhil, serta membersihkan diri mereka di sisi Allah. Dengan menunaikannya, orang tersebut akan dibalas dengan pahala yang besar.
4. Haji

Hikmahnya adalah untuk mendapatkan manfaat dari aspek bisnis, dan bisa melakukan perkenalan dengan orang lain ketika berhaji dengan suasana zikir kepada Allah. Sementara zikir tersebut merupakan aktivitas fisik haji yang paling menonjol. Allah swt. Berfirman (artinya): “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj [22]: 28).
5. Jihad

Adalah mencurahkan seluruh tenaga untuk berperang di jalan Allah, baik secara langsung, atau dengan membantu harta, pendapat, atau memperbanyak perbekalan, dan lain-lain. Jihad merupakan suatu metode yang diwajibkan Allah atas umat Islam, dalam rangka mengemban dakwah kepada bangsa dan umat lain. Jihad dimaksudkan menghilangkan segala macam rintangan yang bersifat fisik, yang menghalangi sampainya Islam kepada manusia. Rintangan inilah yang menyebabkan mereka tidak bisa masuk Islam. Allah swt berfirman (artinya): “Dan perangilah mereka, sehingga tidak ada lagi fitnah (kekufuran), dan agama ini hanya menjadi milik Allah swt.” (QS. Al-Baqarah [2]: 193).
Disamping itu, secara umum tujuan masing-masing ibadah tersebut adalah untuk menebus dosa. Karena menunaikan ibadah adalah suatu kebaikan yang diperintahkan oleh Allah (artinya): “Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu benar-benar bisa menghapuskan keburukan (dosa).” (QS. Hûd [11]: 114). Wallahu a’lam bishawab.[]
Ustaz Yan S. Prasetiadi (Pengasuh Majelis Syaraful Ummah Purwakarta)

