Jika ibadah dilakukan dengan benar, maka akan memiliki pengaruh yang luar biasa dalam diri seorang muslim, diantaranya:
1. Pertama, ibadah bisa menguatkan hubungan seorang muslim dengan Allah
Hal ini disebabkan intensitasnya melakukan ibadah sehari semalam, yang minimal lima kali. Ditambah lagi, setiap raka’at seorang muslim selalu berdoa, memohon, bermunajat kepada-Nya. Tentu hal ini akan menguatkan hubungan dengan Rabb-Nya.
2. Kedua, ibadah bisa melahirkan ketenteraman dalam diri seseorang

Sebab setelah menunaikannya, dia akan merasakan bahwa dia telah menta’ati penciptanya. Dia juga mengetahui akan diberi balasan terbaik, sehingga dengan kesadaran itu dia merasa senang dan tenteram hingga di akhirat.
3. Ketiga, ibadah bisa menguatkan sebagian sifat akhlak seorang muslim
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2032309/original/027273900_1522054983-iStock-682461806.jpg)
Tentu saja ada sifat-sifat yang tidak bisa dipisahkan dengan ibadah. Antara lain, tawâdhu’, khusyû’ dan menjauhi perkara keji dan munkar. Puasa juga bisa menguatkan sifat ‘iffah (menjaga kesucian diri), jujur dan sabar. Sedangkan jihad bisa meningkatkan sifat pemurah, dermawan dan mengutamakan orang lain. Shalat berjamaah bisa menguatkan sifat tawâdhu’ dan menjaga ukhuwwah Islâmiyyah.
Demikianlah renungan kita perihal ibadah dalam konteks ajaran Islam. Adapun penjelasan ibadah secara rinci beserta berbagai kaifiyatnya silahkan merujuk kepada karya-karya ulama fikih muktabar, para ulama sudah menjelaskan semua tata-caranya. Wallahu a’lam. (Disadur dari buku Studi Islam Paradigma Komprehensif, 2015: h. 183-191)
Ustaz Yan S. Prasetiadi (Pengasuh Majelis Syaraful Ummah Purwakarta)

