Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam yang menempati kedudukan tinggi sebagai tempat terbaik dan mulia. Oleh karena itu, seorang muslim harus memperhatikan beberapa adab ketika berada di masjid sebagai bentuk memuliakan tempat tersebut.
Duduk di masjid pun menjadi suatu bentuk ketaatan, apabila disertai niat benar. Hal ini bisa mendatangkan banyak keutamaan bagi seorang Muslim, sehingga mencapai derajat yang didekatkan kepada Allah.
Berikut beberapa adab ketika di masjid yang penting diketahui oleh setiap Muslim:
Adab Ketika Berada di Masjid: Meyakini Sebagai Rumah Allah
Seyogyanya seorang Muslim meyakini jika masjid merupakan rumah Allah, dan orang yang memasukinya adalah orang yang berkunjung kepada Allah, ia bermaksud untuk mengunjungi pelindungnya dengan mengharap apa yang telah dijanjikan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- kepadanya dalam sabdanya:
من قعد في المسجد فقد زار الله تعالى وحق على المزور أن يكرم زائره
“Barang siapa yang duduk di dalam masjid, maka ia telah mengunjungi Allah Ta’ala dan menjadi hak Dzat yang dikunjungi untuk memuliakan pengunjung-Nya.”
Adab Ketika Berada di Masjid: Menahan Diri
Setiap Muslim yang menjadi jamaah masjid hendaknya memberi perhatian lebih untuk menahan pendengaran, penglihatan, anggota tubuh lainnya dari banyak gerak dan pengulangan. Karena I’tikaf artinya menahan, hal itu sama dengan makna puasa, hal itu menjadi semacam meditasi.
Adab Ketika Berada di Masjid: Fokus kepada Allah
Fokuskan hati dan diri kepada Allah, melazimkan befikir untuk akhirat dan menolak kesibukan yang akan memalingkan diri darinya. Kesempatan duduk di dalam masjid hendaknya dimanfaatkan secara totalitas untuk berdzikir kepada Allah atau untuk menyimak Al Qur’an untuk mengambil peringatan darinya.
Adab Ketika Berada di Masjid: Amar Makruf Nahi Mungkar
Agar bertujuan untuk memberikan ilmu dalam hal amar makruf dan nahi mungkar, karena di masjid tidak terlepas dari orang yang shalatnya masih belum sempurna atau melakukan hal yang tidak boleh dilakukan.
Adab Ketika Berada di Masjid: Meninggalkan Dosa
Hendaknya meninggalkan dosa karena malu kepada Allah Ta’ala, dan malu untuk melakukan sesuatu di rumah Allah yang akan menodai kehormatan. Wallahu a’lam bishawab. []

