Oleh: Azmi Nurul Qodir (Santri Kelas 11 Pesantren Mafatih Purwakarta)
Pada zaman sekarang zaman yang harus penuh sensasi penuh fyp tidak tidak kenal apa yang namanya harga diri. Demi apapun asalkan viral dan terkenal harga diri pun sudah diabaikan dan seperti tidak ada nilai. Orang hari ini pada berlomba-lomba ingin menjadi selebgram atau menjadi seleb Tik tok.
Seolah-olah mereka berpikir bahwa dengan mereka viral atau menjadi seleb harapannya bisa mengubah nasib mereka dan orang di media sosial banyak menyukai mereka. Dengan mereka berjoget di depan kamera atau HP mereka atau ada sampai menghina kaum disabilitas atau yang kita kenal dengan sebutan dark jokes bahkan ada yang lebih parah lagi agama menjadi sebuah candaan.
Yang melakukan hal seperti ini banyak, mulai dari anak kecil remaja dewasa sampai orang tua. Namun mayoritasnya adalah dari kaum remaja. Entah bagaimana negara ini maju apabila putra dan putri bangsanya masih seperti ini. Kita tidak usah jauh-jauh dengan teknologi yang canggih atau infrastruktur yang baik kalau penerus bangsanya rusak mental dan adabnya yang sangat dangkal.

Fenomena ini juga bukan menjadi sebuah tontonan yang baik bagi orang yang menontonnya. Bahkan ada berita yang menyatakan bahwa ada sebuah kasus anak SD dengan pacarnya ber chatting-an mesum. Di dalam catnya berisi kata-kata jorok, kata kasar, sampai foto pornografi, dan yang paling parahnya lagi mereka mengatakan bahwa mereka pernah memperlihatkan kedua alat vitalnya masing-masing dengan video call.
Hal seperti ini tidak bisa dipandang remeh oleh pemerintah maupun kita sebagai masyarakat muslim. Ini merupakan problem besar bagi kita. Bagaimana ingin membentuk anak bangsa yang berakhlak karimah, sistem pendidikan kita hanya memberikan porsi jam pelajaran agama dalam sekolah sangat sedikit dan jarang, bahkan tidak dijelaskan secara mendalam. Lebih parahnya lagi pondok pesantren malah disebut radikal dan kucilkan hingga banyak pondok yang ditutup. Akan seperti apa nasib bangsa ini kedepannya?

