Oleh: Refah Fadhel Farel (Santri kelas 11 Pesantren Mafatih Purwakarta)
Sosial media, kita mengetahui bahwa sosial media adalah jalan bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya baik dengan foto maupun video yang diuploadnya. Sebenarnya seperti apa sih sosial media itu? Sosial media pada dasarnya adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online. Penggunaan sosial media kini sudah jauh dari kebaikan walaupun masih ada yang menggunakan sosial media untuk dakwah. Banyak orang khususnya para pemuda dan pemudi menggunakan sosial media dengan tidak benar.
Mengapa bisa begitu? Pasalnya, dari sosial media yang tidak digunakan dengan benar banyak bermunculan kemaksiatan-kemaksiatan yang memungkinkan seseorang berubah sifatnya.

Kalau sosial media banyak digunakan oleh masyarakat baik dari kalangan anak-anak, pemuda dan pemudi, orang dewasa, maupun lansia maka bercampurlah seluruh konten-konten atau foto-foto yang seharusnya tidak boleh terlihat dalam agama. Banyak dari kalangan pemuda yang menggunakan sosial media untuk memenuhi syahwat mereka. Padahal melihat yang bukan mahram itu dilarang dalam Islam.
Bukan hanya itu saja, banyak pemurtadan-pemurtadan yang dilakukan secara terselubung maupun terang-terangan di media sosial. Ini membuat para kaum muslimin menjadi terpecah belah. Dahulu komunitas yang mereka malu untuk mengekspresikan dirinya di sosial media, sekarang mereka telah berani karena pembuat sosial media tersebut juga mendukung apa yang mereka lakukan. Banyak komentar-komentar yang diblokir akun-akun yang diblokir yang mereka menentang komunitas tersebut.
Apakah ada jalan keluar dalam Islam? Bagi seorang yang ingin berhijrah, iya bisa untuk mengubah isi media sosial dengan cara tidak mengikuti atau menyukai suatu konten atau foto yang tidak islami. Jika masih banyak konten atau foto yang tidak islami, kita dakwahi mereka dengan semaksimal mungkin. Dan lebih baik kita mengupload konten-konten dakwah dan artikel-artikel yang islami. Dengan begitu islam terus berkembang dan menjadi ladang pahala di sosial media.
Kita harus terus berusaha untuk berdakwah di sosial media karena dari sana kita bisa mengubah generasi muda yang rajin dalam kemaksiatan berubah menjadi pemuda yang rajin dalam beribadah. Walaupun memang sulit karena para pendiri sosial media terus mendukung kemaksiatan dengan dukungan yang sangat tinggi. Mereka sangat senang jika para kaum muslimin terpecah belah terutama para pemudanya yang sangat rajin mengumbar aurat di mana-mana.

Pada era digital ini kita sebagai kaum muslimin harus terus berjuang tanpa henti hingga semua menjadi islami. Karena jika semua sudah diatur dalam Islam, semua akan menjadi berkah. Berbagai kemaksiatan, baik yang ada di sosial media maupun dunia nyata, akan hilang jika Islam diterapkan sebagai sistem kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Kita harus menegakkan Islam secara menyeluruh supaya para pemeluknya tidak dirusak oleh para perusak atau pembenci Islam. []

