Alhamdulillah kita dipertemukan kembali oleh Allah dengan bulan Maulid atau yang sering kita sebut juga dengan bulan Mulud, bulan lahirnya Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Dalam kalender Islam Hijriah, bulan Mulud ini bertepatan dengan bulan Rabiul Awal, tepatnya tanggal 12 tahun 571 M. Kurang lebih 14 abad yang lalu-lah manusia termulia, terkasih, dan terbaik sepanjang sejarah terlahir di muka bumi membawa cahaya peradaban untuk manusia dan alam semesta. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad…
Peringatan Maulid Nabi tentunya bukan sekadar perayaan euforia yang tanpa hikmah atau pelajaran yang bisa kita petik di dalamnya. Perayaan hari kelahiran Rasulullah SAW ini sesungguhnya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Baginda Nabi Muhammad. Selain itu, peringatan Maulid Nabi juga menjadi salah satu cara untuk meneladani sikap dan perbuatan Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan.

Ada 4 hikmah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang bisa kita ambil pelajarannya.
1. Pertama, Peringatan Maulid Nabi momentum bagi kita untuk memupuk rasa cinta terhadap Rasulullah Saw.
Perayaan Maulid Nabi merupakan bukti cinta umat Islam terhadap Baginda Rasulullah SAW. Pada hari tersebut, umat Islam akan bersuka cita sambil meneguhkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Kecintaan terhadap Nabi Muhammad ini juga merupakan refleksi kecintaan terhadap Allah SWT.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“Katakanlah (Muhammad); Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran ayat 31)
2. Kedua, Peringatan Maulid Nabi momentum bagi kita untuk memperbanyak salawat untuk Rasulullah
Dalam perayaan Maulid Nabi, umat Islam akan mengumandangkan salawat untuk Rasulullah SAW. Salawat ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” (QS. Al-Ahzab ayat 56)
3. Ketiga, Peringatan Maulid Nabi momentum bagi kita untuk meneladani sikap dan ucapan Rasulullah
Memperingati hari kelahiran Nabi berarti memperingati sosok yang menjadi suri teladan atau panutan. Dengan begitu, umat Islam akan semakin diteguhkan kembali dengan perilaku dan ucapan Nabi Muhammad SAW yang begitu sempurna dan patut menjadi contoh.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):
“Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah (suri teladan yang baik) bagi umatnya.” (QS Al-Ahzab ayat 21)
4. Keempat, Peringatan Maulid Nabi momentum bagi kita untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW.
Meneladani Rasulullah SAW berarti juga turut serta melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Untuk melakukan hal tersebut, umat Islam perlu mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari terlebih dahulu.
Demikian 4 hikmah Maulid Nabi yang bisa kita ambil pelajaraannya. Semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan.

