Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang Terhormat Mudir Pesantren Mafatih Purwakarta. Yang saya hormati asatiz Pesantren Mafatih Purwakarta. Yang saya hormati dan banggakan rekan-rekan santri seperjuangan.
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala yang tak seorang pun mampu memberikan hidayah, kecuali Dia. Shalawat serta salam semoga diberikan kepada junjungan Islam habibana wa Nabiyana Muhammad Saw., keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan yang mulia ini, izinkan saya untuk menyampaikan pidato dengan tema hidayah. Hidayah merupakan karunia Subhanahu wa ta’ala paling tinggi yg diberikan kepada makhluknya. Tanpa adanya petunjuk ilahi, manusia akan sesat dan jiwanya kosong sehingga jauh dari kebenaran maupun keberkahan hidup.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al Fatihah: 6)
Sesungguhnya, pemberian hidayah itu tidak kaitannya dengan pertalian darah atau keturunan. Betapa banyak terjadi orang tuanya mendapat hidayah, tetapi anaknya tidak. Hal ini seperti terjadi pada kisah antara Nabi Nuh dan putranya ketika diperintahkan untuk masuk pada ajaran risalah Allah yang diberikan kepada Nabi Nuh, tetapi ia menolak ajarannya, mengejek, serta mendiamkanya.
Jika Allah Subhanahu wa ta’ala sudah memberikan hidayahnya kepada seorang hamba, tiada seorang pun yang dapat menghalanginya. Sebaliknya, jika Allah Subhanahu wa ta’ala sudah menyesatkan hambanya, tiada yang mampu memberikan petunjuk kepadanya sebagaimana firmanya :
مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدً
“Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS AL KAHFI : 17)
Maka dalam kehidupan manusia ada yg mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa ta’ala dengan mudah dan ada pula yg mendapatkan hidayah dengan kesulitan yang luar biasa. Bahkan ada yang tidak memperolehnya sama sekali sehingga putus asa dalam mengerjakanya.
Oleh karena itu, setiap kesulitan pasti ada pentunjuk dan setiap kemudahan pasti ada kesulitan. Dalam meraih hidayah Allah tersebut maka sejatinya tergantung ikhtiar yag kita lakukan. Jika Allah Subhanahu wa ta’ala tidak memberikan hidayah dengan mudah kepada kita, sungguh kita perlu usah untuk mencarinya karena Allah Subhanahu wa ta’ala mengatur hidayah dalam semua makhluknya.
Sekian pidato singkat dari saya. Mohon maaf apabila ada kesalahan karena sesungguhnya kebenaran datang dari Allah dan kesalahan dari saya pribadi. Wa billahi taufiq wal hidayah.
Wassalamua’alikum Wr. Wb.

