Menyempurnakan akhlak mulia adlaah tugas utama yang diemban oleh Rasulullah SAW. Sebab keutamaan akhlak mulia begitu luar biasa.
Kita ketahui bersama jika saat itu Rasulullah SAW hidup dilingkungan yang akhlak dan tingkah lakunya sangat porak poranda, pecinta minuman keras, pezina, pengubur anak perempuan, penyembah berhala dan masih banyak lagi.
Namun beliau datang dengan membawa keutamaan akhlak mulia. Hingga para sahabat beliau menjadi sebaik-baik generasi.
Sebab akhlak mulia bagaikan pedang tajam yang mampu memerangi kebatilan. Akhlak mulia pun bagaikan sihir yang bisa memperdaya lawan sehingga kebencian bisa berubah menjadi kasih sayang.
Akhlak mulia berasal dari Nurani yang bersih, hati yang jernih, yang tak tergores oleh penyakit apa pun. Hati yang bersih akan memancarkan akhlak mulia dan merona. Hal ini terhimpun dalam firman Allah SWT.
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. Setelah ayat-ayat yang lalu mengecam dengan keras kaum musyrik dan sembahan mereka, pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad tentang cara menghadapi kesesatan mereka.” (Qs Al-A’raf: 199)
Sungguh menakjubkan untaian firman Allah SWT di atas. Hanya melalui beberapa deretan kata sudah terkumpul di dalamnya semua jenis akhlak mulia.
Apabila ditimbang, keutamaan akhlak mulia lebih berat timbangannya di hari pembalasan. Akhlak mulia adalah tolak ukur agama dan barometer keyakinan seorang hamba. Akhlak mulia pun dapat melelehkan kesalahan dan meleburkan dosa-dosa. Sungguh indah bukan keutamaan akhlak mulia. Semoga kita termasuk orang yang bisa senantiasa berakhlak mulia. []

