Perkataan sia-sia diperkenalkan oleh Al-Qur’an dengan istilah laghwun. Ini untuk menunjukkan perkataan yang mengandung kebatilan atau penyesatan. Sehingga kita memang harus mengetahui bagaimana cara menghindari laghwun.
Suatu perkataan cukup dikatakan laghwun jika mengandung penyesatan seperti halnya pernyataan “Islam tidak sempurna”, “Semua agama sama”.
Setiap perkataan yang bertentangan dengan nas-nas syariah dan maqalah ulama ahlus sunnah, wajib diingkari (al-munkar) dan dibantah dengan hujjah.
BACA JUGA: INILAH 3 FAIDAH DALAM SURAH AL-MUZZAMMIL AYAT 1-4
Al-Imam ar-Raghib al-Ashfafani dalam al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an menjelaskan, “Al-Laghw dari perkataan adalah ucapan apa saja yang tidak bisa dijadikan sandaran. Ia disebutkan tanpa sadar dan tanpa pemikiran sehingga muncul sebagai kesia-siaan.”

Seorang yang mengaku beriman wajib menjauhi ucapan-ucapan seperti itu. Sama saja apakah terucap di lisan atau tersurat dalam bentuk lisan. Ini seusai kaidah, “Diharamkan penulisan apa saja yang pengucapannya diharamkan.”
Adapun berikut ini tiga cara menghindari laghwun:
Cara Menghindari Laghwun: Pertama, Menjauhi Pelaku Laghwun
Al-Hafidz Ibn Katsir dalam tafsirnya, “Mereka tidak bergaul dengan pelaku laghwun dan tidak berkumpul dengan mereka.”
Ibn Katsir berdalil dengan firman Allah SWT,
وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Qs Al-Furqan: 72)
Dalam ungkapan al-Hafidz Ibn Jarir al-Thabari (310 H) dalam tafsirnya (XIX/597) yakni tidak bergaul dengan para pelaku kebatilan dalam kebatilan mereka.
Cara Menghindari Laghwun: Kedua, Perbanyak Berdzikir
Allah menggambarkan karakter orang-orang beriman dalam Qs Al-Mu’minun ayat 3 sebagai kaum yang berpaling (al-Mu’ridhun) dari laghwun, sibuk dengan lisan-lisan dzikrullah, mencakup lisan yang berdakwah mengajak kepada kebenaran dan membantah penyesatan.
“Zikir bagaikan jiwa yang berlari tanpa lelah/ mereka jauh dari omong kosong dan gosip.”
BACA JUGA: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU
Cara Menghindari Laghwun: Ketiga, Mengingat Perintah Allah SWT
Allah SWT memberi perintah kepada kita untuk membantah ucapan-ucapan laghwun dengan hujjah.
“Serulah manusia ke jalan Rabb-Mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sungguh Rabb-mu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari ajlan-Nya, dan Dialah pula yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs an-Nahl: 125)

