Oleh: Azmi (Santri kelas 10 Pesantren Mafatih Purwakarta)
Guru adalah orang yang sangat berperan dan berjasa bagi generasi kedepannya. Tidak hanya itu, guru punya peranan yang sangat tidak kalah pentingnya; guru juga menjadi orang tua bagi murid-murid di sekolah. Inilah yang membuat kita harus sangat menghormati seorang guru walaupun hanya mengajarkan kita baca tulis.
Begitupun dengan ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang sangat berguna untuk mengetahui tentang suatu hal yang belum pernah diketahui sebelumnya. Ilmu juga bermacam-macam ada ilmu hal, ilmu wajib, dan ilmu yang tidak boleh dipelajari.
Ilmu wajib adalah ilmu agama contohnya seperti ilmu fikih, ilmu tentang Alquran, ilmu akidah, dll. Adapun ilmu hal ialah ilmu tentang kehidupan kita sehari-hari contohnya seperti ilmu tentang kedokteran, ilmu otomotif, komunikasi bahasa, dan lain sebagainya. Terakhir ilmu yang tidak boleh dipelajari yaitu ilmu-ilmu yang bisa merusak atau menyesatkan aqidah keimanan kita juga membawa dampak mudhorot contohnya ilmu ramalan bintang, ilmu sihir, ilmu kebatinan, dan sebagainya.
Di samping belajar berbagai disiplin ilmu, kita juga punya keharusan mempelajari ilmu tentang adab. Adab yaitu tata krama ataupun akhlak dalam hal menghormati guru dan menghargai ilmu. Adapun cara menghormati guru salah satu diantaranya tidak menghina menyakiti apalagi sampai menganiaya guru. Apabila hal itu dilakukan oleh seorang murid kepada gurunya sungguh itu perbuatan yang sangat tercela, durhaka, dan akan membuat hilangnya barokah ilmu. Demikian halnya juga dalam adab terhadap ilmu. Salah satu contoh adab terhadap ilmu adalah menghormati kitab dan menjaganya sepenuh hati. Selain itu tidak merendahkan ilmu juga bersungguh-sungguh mengamalkannya dengan ikhlas.
Sungguh sangat disayangkan pada zaman sekarang banyak pelajar yang mengabaikan dua hal proses pembelajaran yaitu adab terhadap guru maupun ilmu. Guru pada zaman sekarang tidak hanya tidak dihargai tetapi juga tidak diperhatikan maupun diperlakukan sebagaimana mestinya sebagai orang yang berjasa dalam mencerdaskan bangsa. Kita bisa ambil contoh seorang guru honorer yang hanya diberi upah yang sangat minim dan bisa dibilang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Hal ini tentu sangat berbanding terbalik dengan kondisi guru pada zaman peradaban islam. Pada zaman kejayaan islam guru tidak hanya bayar upahnya dengan gaji yang sangat tinggi, tetapi juga dijamin kehidupannya dan sangat dihormati.
Pada zaman sekarang pun sungguh disayangkan ilmu yang dipelajari hanya terfokus pada ilmu hal atau ilmu keduniaan. Sementara itu ilmu agama, yakni ilmu islam banyak ditinggalkan atau sedikit dipelajari. Padahal, peran ilmu islam sangat penting bagi kehidupan individu maupun bermasyarakat. Islam sebagai agama rahmat lil alamin mengajarkan kehidupan yang damai, beradab, dan berperadaban atas aturan sang pencipta sehingga menjadi rahmat bagi semesta alam. Seorang ulama mengatakan bahwa apabila kita mengejar ilmu akhirat maka ilmu dunia pun akan mengikuti. Artinya ilmu agama haruslah menjadi prioritas utama sebelum mempelajari ilmu-ilmu lainnya dalam hal ini adalah ilmu keduniaan.
Maka dari itu, mari selalu kedepankan akhlak/adab terhadap guru dan ilmu. Pasalnya, ilmu tanpa adab maka akan sia-sia bahkan rusak. Adab tanpa ilmu juga akan sulit tertanam pada jiwa seseorang. Belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh. Terapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa kemaslahatan bagi diri sendiri dan orang lain di sekitar. Wallahu alam bishawab.

