Sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan ibadah dan taqarub kepada Allah. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahualaihi wasallam bahwasanya beliau di sepuluh terakhir Ramadan mencurahkan segenap perhatiannya untuk fokus beribadah demi meraih malam lailatul qadar.
Adapun beberapa amalan yang dianjurkan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan di antaranya sebagai berikut:
1. Memperbanyak I’tikaf

Hukum i’tikaf sunnah muakkadah (sangat ditekankan), terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Berdasarkan sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam:
“Biasanya (Nabi sallallahu’alaihi wa sallam) beri’tikaf pada sepuluh malam akhir Ramadan sampai Allah wafatkan. Kemudian istri-istrinya beri’tikaf setelah itu.” (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172)
2. Memperbanyak doa yang disukai, baik urusan dunia atau akhirat, di dalam shalat atau di luar shalat.

Orang yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan ikhlas dan penuh keimanan kepada Allah maka hakikatnya tiada hijab antara dirinya dan Allah atas doa yang ia panjatkan. Apalagi di sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan puncaknya ibadah puasa yang di dalamnya terdapat keutamaan malam lailatul qadar. Karena itu, para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
3. Memperbanyak doa malam lailatul qadar.

Adapun doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam lailatul qadar adalah sebagai berikut.

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku.”
