mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
19 Agustus 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Ayah-Bunda, Inilah 6 Langkah Mendidik Anak Berakidah & Berkepribadian Islam (#1)

Ayah-Bunda, Inilah 6 Langkah Mendidik Anak Berakidah & Berkepribadian Islam (#1)
19 Agustus 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Maraknya kasus kenakalan anak pada usai remaja belakangan ini patut menjadi perhatian bersama semua kalangan, terutama para orang tua. Anak yang merupakan aset berharga bagi sebuah keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara semestinya tumbuh dalam karya dan prestasi. Namun, realitasnya yang ada justru jauh dari harapan demikian. Remaja kini banyak menuai problematika. Tak sedikit anak remaja dewasa ini sudah mengenal pergaulan bebas, terpapar pornografi, narkoba, tawuran, hingga tindakan kriminal lainnya seperti pencurian maupun pembunuhan.

Sungguh ironis kenyataan dunia remaja saat ini. Hal ini tentu menjadi PR besar bagi kita selaku pendidik, baik guru, orang tua, maupun masyarakat pada umumnya dengan beragam latar belakang profesinya. Pasalnya, anak adalah amanah sekaligus aset harapan masa depan umat. Akan seperti apa kondisi umat dan peradaban zaman pada masa mendatang maka sangat bergantung pada generasi sekarang.

Dalam rangka menjawab ataupun mengatasi berbagai problematika kenakalan pada remaja, diperlukan cara dan langkah yang solutif serta mendasar untuk mengurai faktor-faktor penyebab masalah-masalah tersebut. Dr. Mukhotim El Moekry di dalam bukunya yang berjudul Membina Anak Beraqidah Kokoh (Wahyu Press, 2004) membagikan enam langkah mendidik anak. Melalui enam tahap awal mendidik anak ini, para pendidik maupun orang tua mampu maksimal dalam membentuk kepribadian anak yang bertakwa.

1. Pahamkan Akidah dengan Bahasa Ibu

Tak sedikit dijumpai di kalangan pendidik di sekolah, khususnya, yang tidak pernah memerhatikan anak dari aspek ideologi. Hal itu tampak pada seringnya para pendidik mengabaikan faktor akidah dalam proses belajar mengajar. Begitu pun orang tua di lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Alhasil, anak tumbuh tanpa memiliki dasar hidup yang kuat sementara dasar hidup itu adalah ideologi.

Adapun yang dimaksud memahamkan akidah kepada anak dengan bahasa ibu adalah bahwa ibu merupakan sumber kasih sayang bagi anak. Karena itu, pemahaman akidah kepada anak haruslah dengan cara lemah lembut (layyin). Hal demikian itu seperti pengajaran Lukman kepada anaknya di dalam Alquran.

Pahamkan anak agar tidak melakukan perbuatan syirik sekecil apa pun. Dengan kata lain, pahamkanlah anak agar jangan sampai ada dalam benak hatinya memahami tuhan selain Allah. Di sinilah perlu peran ibu sebagai orang pertama bagi dunia anak. Bahasa ibu sangat menentukan terhadap pemahaman akidah bagi usia anak. Bahasa ibu yang dimaksud adalah bahasa perasaan, bahsa naluri, dan bahasa kasih sayang. Itulah bahasa ibu sebagai teknik pendekatan mengenalkan akidah yang benar pada anak. Ibu sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak jika tidak pernah memberikan pemahaman akidah yang benar maka anak akan tumbuh sesuai dengan naluri hawa nafsu yang digerakkannya.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap manusia dilahirkan oleh ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Muslim)

2. Ajarkan Shalat kepada Anak sebagai Kewajiban

Belajar menegakkan shalat bagi anak merupakan asas dalam rangka menegakan akidah yang sudah dipahamkan oleh kedua orang tua. Pahamkan anak tentang shalat dengan pendekatan bahasa ibu. Jangan melakukan pemahaman shalat kepada anak dengan kalimat:

“Nak, yuk shalat agar disayang Allah,” atau “Yuk shalat nak agar disayang teman-teman.”

Kalimat tersebut secara verbal kelihatannya baik dan benar, tetapi tidak ideologis.

Pahamkan kepada anak tentang shalat bahwa shalat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim, baik anak-anak maupun dewasa. Pahamkan juga bahwasanya menegakkan shalat adalah melaksanakan perintah Allah di samping dengan menegakkan shalat akan dicegah dirinya dari perbuatan keji dan jahat. Itulah pemahaman ideologis.

Namun, bagaimana jika dalam praktiknya anak sulit untuk diajarkan shalat? Dalam hal ini, Rasulullah telah memberikan solusi pendidikan bagi orang tua ketika anak yang sudah tamyiz (sempurna berpikirnya), yaitu usia 7 tahun, belum mau menegakkan shalat maka harus dipukul. Pendekatan ini haruslah dilakukan oleh ibu. Pasalnya, memukulnya seorang ibu kepada anak ketika mendidik agar shalat adalah memukul kasih sayang sekalipun pemukulan tidak menyakitkan, tetapi akan berpengaruh pada jiwa anak. Anak akan takut tidak disayang ibu jika menolak perintahnya. Alhasil, pemukulan sang ibu kepada anak dalam mendidik shalat adalah sebagai teknik memberikan sikap patuh anak kepada perintah Tuhannya, Allah Ta’ala.

“memukulnya seorang ibu kepada anak ketika mendidik agar shalat adalah memukul kasih sayang sekalipun pemukulan tidak menyakitkan, tetapi akan berpengaruh pada jiwa anak.”

Previous articlePeristiwa-Peristiwa Penting & Bersejarah pada Bulan MuharramNext article AYAH-BUNDA, INILAH 6 LANGKAH MENDIDIK ANAK BERAKIDAH & BERKEPRIBADIAN ISLAM (#2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org