Indikasi sikap lemah dalam beriman bisa dengan mudah kita lihat dari diri seseorang atau bahkan dalam diri kita sendiri. Sikap lemah ini cukup berbahaya, bahkan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam dalam doanya memohon perlindungan kepada Allah Swt dari sikap lemah (‘ajz) dan dari sikap malas.
Umar bin Khattab selalu berdoa dengan mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya aku mengadukan kepadamu tentang kelemahan orang yang beriman dan kekerasan orang kafir.”
Beramal itu memerlukan orang-orang yang dalam hatinya tidak ada tempat lagi bagi sikap lemah dan mereka selalu bergerak aktif tidak mengenal kejenuhan dan kebosanan.
BACA JUGA: RAIH PAHALA LEBIH, MENDOAKAN ORANG LAIN SECARA DIAM-DIAM
Kita perlu mengetahui indikasi sikap lemah dalam beriman, agar tidak memberikan peluang kepada ‘ajz untuk menguasai diri sepenuhnya. Berikut ini 5 indikasinya:
Indikasi Sikap Lemah dalam Beriman: Pertama, Meninggalkan Dakwah ke Jalan Allah

Ini merupakan keadaan yang dialami oleh sebagian besar orang yang bersikap konsisten. Di mana mereka telah meninggalkan medna perjuangan dalam kedaan kosong. Secara tidak langsung kondisi semacam ini menunjukan bahwa mereka tidak lagi memiliki kecemburuan terhadap agama Allah Swt dan tidak memiliki kepedulian terhadap kaum Muslimin. Setiap kali seorang yang shalih meningglakan dakwahnya kepada agama Allah, maka saat itulah tempat berdakwahnya ditempati oleh perusak, orang itu akan masuk ke lahan dakwah untuk memporakporandakan dakwah batilnya.
Indikasi Sikap Lemah dalam Beriman: Kedua, Lemah dalam Beribadah

Diantara keagungan agama Islam dan keuniversalannya adalah bervariasinya iabdah di dalam Islam dan banyaknya sarana. Di dalam agama Islam terdapat ibadah kalbu, ibadah jasmani, ibadah materil atau harta. Jadi, ibadah dalam Islam banyak macamnya.
Orang yang konsisten adalah manusia yang paling depan dalam melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt, karena ia mengetahui pahala ibadah dan cara-cara untuk mendapatkannya, hanya saja ia lemah dalam melaksankan ibadah tersebut. Maka tidak sedikit di temukan sebagian dari mereka tidak berpuasa kecuali di bulan Ramadhan saja, hanya sebatas melaksankan shalat wajib dan mengabaikan shalat rawatib, jarang berdzikir serta ibadah-ibadah lainnya.
Indikasi Sikap Lemah dalam Beriman: Ketiga, Sedikit Membaca dan Malas Menuntut Ilmu
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1263869/original/bd7e685dd8b24d5f320384f80256cf94ng-book.jpg)
Maka hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu tanpa membacabuku dan tidak mau mengkaji ulang suatu masalah yang berguna baginya, dan yang membuatnya faham tentnag agamnya.
Indikasi Sikap Lemah dalam Beriman: Keempat, Lemah dalam Melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Orang yang melihat kemungkaran di depan mata namun ia tidak peduli padanya bahkan raut mka ia tidak mau berubah sedikit pun karena Allah Swt, ia lupa bahwa Allah Swt cemburu dan kecemburuan Alla adalah apabila larangan-Nya dilanggar.
Indikasi Sikap Lemah dalam Beriman: Kelima, Lemah Berkorban Demi Agama Islam

Ia tidak mampu mengorbankan waktu, hartam jiwa raganya untuk agama ini, ia hanya memperhatikan dirinya sendiri dan kepentingan pribadinya saja. Hanya mengambil keuntungan dari agama tanpa memberi kontribusi apapun terhadap agama. Terdapat beberapa sebab yang menyebabkan orang lain lemah, diantaranya tawadhu yang dibuat-buatm terlalu emosional, malas, bosan dan jenuh, tidak sabar, putus asa, takut, tidak tebuka, dan ragu.
BACA JUGA: INI 4 ADAB SETELAH MAKAN YANG JARANG DIKETAHUI
Sedangkan untuk mengatasi kelemahan ini adalah dengan beberapa hal di bawah ini, yaitu:
- Selalu membaca buku sejarah
- Memahami kewajiban yang utama manusia dalam kehidupan dunia ini, bahwa sesungguhnya Allah Swt menciptakan dirinya hanya untuk beribadah
- Mengunjungi orang-orang shalih dan orang-orang yang memiliki kemauan keras
- Memiliki kemantapan hati serta terus menerus berusaha untuk melenyapkan kelemahan
- Memiliki tujuan mulia serta selalu berusaha untuk mencapai tujuan itu
Sumber: Buku 31 Sebab Lemahnya Iman, karya Husain Muhammad Syamir

