Futur memiliki dua arti yakni pertama, terhenti setelah melakukan sesuatu secara terus menerus dan berdiam setelah bergerak. Kedua, malas atau menunda-nunda atau lamban setelah semangat dan bersungguh-sungguh.
Malas akan selalu menimpa manusia dan kondisi manusia sudah pasti akan mengalami kemalasan, akan tetapi hal itu tidak selalu menyertai orang-orang yang beriman, karena seorang mukmin tidak akan rela jika dirinya berdiam tanpa melakukan pekerjaan.
Sedangkan yang dimaksud terhenti (tidak aktif) adalah terhentinya seseorang dari bekerja. Sikap futurlah yang sewaktu-waktu menimpa diri seorang ahli ibadah, karena sesungguhnya setiap pekerjaan (pasti menimbulkan) kejenuhan.
BACA JUGA: INI 4 ADAB SETELAH MAKAN YANG JARANG DIKETAHUI
Hati manusia selalu memiliki keadaan maju dan mundur, ketika seorang yang bersikpa konsisten mengalami malas dan jemu maka hal ini merupakan sesuatu yang dialami dan biasa, akan tetapi bahaya besar akan terjadi jika sikap malas dan jemu itu terus berkepanjangan. Apalagi sampai meninggalkan ibadah wajib dan sunnah dan banyak meninggalkan ketaatan-ketaatan kepada Allah Swt.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seorang mukmin terlanda sifat futur, antara lain:
Penyebab Futur yang Terus Menerus: Pertama, Berlebih-lebihan dalam Beragama
Sikap ini merupakan suatu sikap tercela, sebab agama adalh ringan dan mudah, maka semakin mempersulit agamanya, ia akan dipersulit agama. Agama ini kokkoh dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan beragama adalah perlu. Karena kita adalah umat pertengahan (sederhana), yaitu umat yang penuh rahmat. Barangsiapa yang hendak mengetahui hal itu, maka hendaknya ia membaca sejarah hidup manusia terbaik, yaitu Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.
Penyebab Futur yang Terus Menerus: Kedua, Terlalu sering melakukan hal-hal yang mubah
Berlebihan dalam melakukan hal yang mubah yaitu dalam hal makan, minum, berpakaian dan kendaraan. Setiap kali manusia melampaui batas dalam melakukan suatu perbuatan mubah maka ia telh kehilangan nikmat ketaatan, karena orang yang melampaui batas dalam hal makan, minum berpakaian dan kendaraan serta perbuatan mubah lainnya, maka ia akan terserang penyakit malas.
Ia akan merasa berat dalam melaksanakan ketaatan di mana semua hal itu akan menyebabkan futur (lemah semangat). Dalam Ihya Ulumuddin, disampaikan jika Syaqiq al-Balkhi berkata, “Ibadah adalah pekerjaan, kedainya adalah khalwah (menyendiri). Dan alatnya adalah rasa lapar.”
Penyebab Futur yang Terus Menerus: Ketiga, Tidak ingin hidup berjamaah dan lebih suka hidup menyendiri
Sesungguhnya serigala akan memangsa domba yang menyendiri, setia kali manusia hidup menyendiri dan meninggalkan saudara-saurdaranya, maka ia akan mengalami futur.
Karena sesungguhnya manusia akan lemah semangat bila hidup menyendiri dan penuh gairah bila hidup bersama saudara-saudaranya. Sesunggunya perjalanan hidup ini berat, membutuhkan pembaharuan, semangat baru dan mengasah kemauan.
Hal ini tidak mungkin didapati manusia kecuali dengan hidup bersahabat serta berjamaah yang tulus. Jika seseorang yang bersikap konsisten (multazim) terus menjauhi saudaranya, maka ia tidak akan selamat dari keputusasaan, kepenatan dan kebosanan.
Penyebab Futur yang Terus Menerus: Keempat, Minimnya Ketaatan
Minimnya ketaatan seorang muslim ialah seperti jarang melaksanakan shalat wajib berjamaah bersama kaum muslimin, malas melakukan shalat, tidak memperhatikan rukun dan syarat shalat, menyia-menyiakan waktu dan menjauhi membaca al-Qur’an.
BACA JUGA: RAIH PAHALA LEBIH, MENDOAKAN ORANG LAIN SECARA DIAM-DIAM
Sedangkan cara mengatasi semua hal itu adalah dengan melaksanakan kedua hal ini, yaitu: Pertama, tidak berlebihan dan melampaui batas dalam beragama, kedua, meninggalkan perbuatan maksiat dan kemungkaran.
Wallahu a’alm bishawab.
Sumber: Buku 31 Sebab Lemahnya Iman, karya Husain Muhammad Syamir

