Oleh: Abdurrauf (Santri kelas 11 Pesantren Mafatih Purwakarta)
Surah al-kautsar memiliki kandungan yang sangat luar biasa. Surah ini memiliki arti telaga yaitu yang dimaksud telaga Al Kautsar. Telaga Al Kautsar adalah telaga yang diberikan oleh Allah subhanahu wa Ta’Ala kepada nabi Muhammad dan kepada umatnya yang beriman juga bertakwa. Hanya orang-orang yang beriman dan bertakwalah yang bisa meminum telaganya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Surah al-kautsar ini berisi pelajaran bahwasanya jika kita selalu melaksanakan perintah Allah dan rasulnya, kita akan memperoleh kenikmatan berupa bisa merasakan kesegaran telaga al-kautsar yang merupakan telaganya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di surga. Sebelum melewati telaga Al Kautsar ini ada yang namanya jembatan sirotol Mustaqim. Siapa saja yang mampu melewati jembatan tersebut maka ia akan sampai ke telaga al-kautsar. Sebaliknya, siapa yang tidak bisa melewati jembatan tersebut ia pun akan jatuh ke dalam neraka.

Demikianlah balasan Allah bagi hamba-hambanya yang bertakwa salah satunya berupa kenikmatan telaga Al Kautsar. Bagi orang-orang yang melaksanakan salat, berkurban, dan perintahnya, mereka akan dimudahkan melewati jembatan sirotol mustaqim yang rupanya seperti 7 helai rambut yang sangat tajam. Orang-orang beriman dan bertakwa akan melewatinya dengan sangat cepat. Adapun orang-orang yang kafir dan pelaku maksiat (pendosa) maka akan sulit melewatinya bahkan hingga terjatuh ke dalam neraka.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al Kautsar: 1-3)
Maka dari itu, janganlah kita lalai terhadap semua perintah Allah karena setiap perbuatan baik ataupun buruk akan ada pertanggungjawabannya. Lakukanlah segala aktivitas amal dengan niat yang baik karena ketika niat kita baik, akan baik pula perbuatan kita. Namun, jika niat kita buruk, buruk pula lah perbuatan kita. []

