Ustadz Pebriandani Y.P. (Pengajar di Pesantren Mafatih, Purwakarta)
Iman tak diwarisi,
Dari seorang ayah yang bertakwa
Ia tak dapat dijual beli
Ia tiada di tepian pantai
Ayah Bunda mungkin ada yang pernah mendengar sepenggal lirik di atas? Ya, kalimat di atas adalah untaian dari lirik lagu Raihan berjudul Iman adalah Mutiara. Entah mengapa, namun bagi penulis penggalan lirik diatas begitu berkesan.
Keshalihan yang merupakan manifestasi dari keimanan tidaklah bisa diwariskan. Meskipun demikian, faktor keinginan kuat dari anak, dukungan orang tua, dan arahan dari para guru, adalah tiga hal penting yang harus saling bersinergi dalam melahirkan generasi shalih dan shalihah.
Dalam proses mendidik tentu tidak dapat disamakan seperti standar proses produksi barang. Dari barang mentah, menjadi barang setengah jadi hingga menjadi barang jadi. Dalam dunia pendidikan yang kita bentuk adalah manusia, bukan benda mati melainkan makhluk hidup yang memiliki pemikiran dan perasaan.
Maka, di bulan Ramadhan ini, dimana doa-doa diijabah oleh Allah SWT, mari kita Bersama berdoa kepada Allah SWT, para santri mintalah untuk senantiasa diberikan petunjuk, kesabaran dalam menuntut Ilmu, dan dimudahkan dalam memahaminya. Orang Tua mintalah kepada Allah agar putra-putrinya diberikan kesabaran, kekuatan dan keteguhan selama belajar, serta menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, dan para Guru mintalah diberikan kesabaran dalam mendidik.
Semoga Allah swt mengabulkan doa kita semua. Aamiin ya Rabbal alamiin.
Ramadhan Mubarak 1442 H/ 2021 M
