Setiap muslim hendaknya jangan berlebihan terhadap pemenuhan hak fisiknya, sebab segala sesuatu yang berlebihan itu tidak mendatangkan kebaikan. Namun alangkah baiknya secukupnya saja.
Tidak diragukan lagi bahwa jiwa manusia membutuhkan istirahat untuk mengusir kejenuhan agar ia dapat kembali bekerja dengan penuh semangat tanpa diliputi kemalasan dalam jiwanya, karena jiwanya telah mendapatkan haknya yaitu istirahat.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menerangkan hal itu dalam sabda beliau, “Dan sesungguhnya badanmu memiliki hak yang wajib engkau penuhi.”
BACA JUGA: 6 CARA MENDIDIK MENTAL DALAM ISLAM
Ketika manusia memperhatikan hal ini, maka ia akan mendapatkan suatu potensi baru dalam jiwanya dan dapat bekerja secara rutin dan terus-menerus. Karena berarti ia telah mampu mengatur jiwanya dan mengetahui kapan ia harus menerima dan kapan ia harus berpaling. Sebab sesungguhnya jiwa manusia mempunyai saat menerima dan sangat berpaling.
Ibnu abbas mengendarai manusia dan memberi mereka pemahaman tentang agama mereka, kemudian jika beliau melihat mereka telah mulai, maka ia berkata, “Berikan kepadaku syair itu,” lalu ia duduk dan baca syair itu di hadapan mereka, Ibnu Abbas berkata, “Sesungguhnya jiwa manusia itu mempunyai saat untuk menerima dan saat untuk berpaling.”
Tidak sedikit manusia yang tidak memiliki pengetahuan tentang seluk beluk jiwa dan keajaiban-keajaibannya serta rahasia yang tersembunyi di dalam jiwa, sehingga mereka terjerumus ke dalam perbuatan yang bertentangan dengan tabiat jiwa. Maka mereka melepaskan tari kekang jiwa lalu mereka terkalahkan oleh kemauan-kemauan jiwa hingga jiwa mengendalikan mereka pada jalan sempit lagi gelap. Maka jangan berlebihan terhadap kemauan jiwa yang bisa mengarahkan pada kesesatan.
Seorang muslim sangat tergantung kepada cita-citanya, apabila kemauan cita-citanya tinggi, maka nilainya pun tinggi pula dan ia tidak memikirkan serta tidak pula menjadikan diri kecuali pada hal-hal yang bernilai lagi sesuai dengan cita-cita dan kemauannya. Sedangkan jika cita-citanya rendah maka kemauannya pun rendah dan ia akan sibuk dengan hal-hal yang tidak berarti. Oleh karenanya jangan berlebihan terhadap dunia, agar cita-cita tertingginya ialah ridha Allah ta’alla.
Ada orang yang konsisten digiring oleh jiwa mereka pada kepalsuan dan memperhatikan hal-hal lainnya yang hampa hingga mereka tergelincir bersama orang-orang yang tergelincir karena terpengaruh oleh seruan-seruan yang menyesatkan dia mengajak di pagi hari dan sore hari.
Maka sering ditemukan sebagian majelis-majelis yang membicarakan produk-produk terbaru yang baru hadir di pasaran, berupa produk pakaian, mobil dan perlengkapan lainnya. Bahkan akan didapatkan sebagian diantara mereka ada yang mengeluarkan jutaan rupiah hanya untuk menyayangi orang lain.
Memang benar bahwa islam memerintahkan kepada kita untuk selalu memelihara kebersihan, kesucian, minyak wangi dan bersiwak. Akan tetapi semua itu harus pada batas-batas yang telah allah atur hingga seorang muslim tidak dilanda kecintaan pada kemewahan dan suka berlebih-lebihan.
Janganlah engkau sibukkan dirimu dengan segala sesuatu yang baru, jangan berlebihan melainkan hendaknya engkau melakukan berbagai macam persiapan untuk menyambut hari kiamat. Di mana pada hari itu manusia terbagi menjadi dua yaitu golongan yang menderita dan golongan yang berbahagia.
Selagi engkau memiliki kesehatan tubuh serta memiliki makanan cukup untuk keperluan hari ini maka perhatikan agamamu dan pelihara imanmu sesungguhnya yang demikian itu adalah lebih baik bagimu daripada dunia beserta isinya.
BACA JUGA: INI 4 ADAB SETELAH MAKAN YANG JARANG DIKETAHUI
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari hadis Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dan berpuas dirilah kamu dengan apa yang telah allah berikan kepadamu maka engkau akan menjadi manusia yang paling kaya.”
Sumber: Buku 31 Sebab Lemahnya Iman, Karya Husain Muhammad Syamir


