Penulis: Zakaria_Naxsantri (Santri Ma’had Mafatih Purwakarta)
Banyak sekali dibahas oleh buku-buku tentang kesuksesan dan dari buku-buku tersebut mengapa pembahasan tentang waktu banyak dibahas oleh para penulis sukses di luar sana? Jawabannya, karena banyak dari kita yang tertipu oleh kenikmatan waktu luang, seperti di dalam hadis Rasulullah SAW:
Dari ibnu Abbas radhiyallahu’anhu, dia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Oleh karena itu, kita akan bahas di artikel ini tentang bagaimana seorang muslim sejati harus bisa berdisiplin dalam waktu. Pasalnya, masih banyak sekali teman-teman kita yang menggunakan waktunya hanya untuk perbuatan sia-sia, padahal setiap detik yang kita lewati itu tidak akan bisa kita putar balikkan. Bahkan, orang-orang barat pun yang tidak belajar tentang agama Islam menganggap bahwa waktu itu adalah uang “time is money”. Sungguh orang-orang yang mengunakan waktunya dengan hal-hal yang sia-sia maka mereka sudah mendapat kerugian yang tak ternilai harganya. Apalagi jika orang-orang yang menggunakan waktu dengan perbuatan-perbuatan maksiat, sungguh orang itu sudah sangat rugi!!!
Allah pun sudah memperingatkan manusia di dalam Alquraan tentang waktu:
“Demi masa, sungguh manusia beraa dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-Asr: 1-3)
Karena saking berharganya waktu, sampai-sampai Allah SWT bersumpah demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Maka dari itu, barangsiapa yang menyepelekan waktu dan yang selalu bersantai-santai dalam kehidupan ini maka ia selalu berada dalam kerugian, setiap detik yang ia lewati ia mendapatkan kerugian. Na’uzdubillahi min dzalik.
Imam Hasan Al-Bashri pun pernah berkata, “Wahai ibnu Adam (manusia) kamu itu hanyalah (kumpulan) hari-hari, tiap-tiap satu haru berlalu hilang sebagian dirimu.”
Sebagian penyair berkata, “Waktu adalah perkara paling mahal yang perlu engkau perhatikan untuk dijaga tetapi aku melihatnya paling mudah enkau menyia-nyiakannya.” Bahkan, ulama-ulama salaf terdahulu, dalam menggunakan waktunya itu sangat luar biasa. Bahkan, terdapat sebuah riwayat bahwa ketika itu terdapat seorang ulama yang ingin sarapan. Sarapan ulama itu adalah roti dan satu gelas air. Namun, karena menurut beliau untuk mengunyah roti sangat membutuhkan waktu yang sangat lama, ia pun menceburkan roti itu ke dalam gelas yang berisi air dan beliau pun langsung meminum air dan roti yang ada didalam gelas itu sekaligus sehingga beliau bisa menggunakan waktunya itu sangat efektif.
Ingatlah, bahwasanya kita hidup di dunia ini bukan hanya untuk bermain-main (tanpa ada tujuan), seperti di dalam firman Allah SWT:
“Maka apakah kamu mengira bahwa kami menciptakan kamu main-main(tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (QS. Al-Mu’minun: 115)
Dan tentunya, sebagai seorang muslim sejati yang menggunakan waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat maka ia sudah mendapatkan kebaikan. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah SW berbda, “Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (Hadis hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi dan yang lainnya)
Mungkin sekarang kita belum merasakan, bagaimana akibat dari setiap perbuatan yang kita lakukan dari waktu ke waktu. Namun, nanti, ketika umur kita sudah tua, jika kita selalu menyia-nyiakan waktu kita saat masih muda, kita akan menyesal dengan apa yang sudah kita perbuat. Sejatinya, setiap penyesalan itu datangnya belakangan, seperti yang dijelaskan didalam sebuah nasyeed:
“Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara: Sehat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati.”
Sahabat fillah rahimakumullah, apalah artinya jika kita mempunyai umur yang panjang, tetapi dihabiskan dengan perbuatan-perbuatan yang sia-sia. Ingat tujuan kita di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah SWT, untuk menyiapkan bekal nanti ketika di akhirat, karena akhirat itulah kehidupan sesungguhnya yang kekal abadi.
Oleh karena itu, janganlah kita sia-siakan umur dan waktu kita, hanya untuk mengejar-ngejar dunia karena dunia itu hanyalah kenikmatan yang menipu.
Allah SWT telah menjanjikan kepada kita bahwa siapa saja yang menggunakan waktunya hanya untuk Allah maka ia mendapatkan ganjaran balasan yang lebih baik dari dunia dan beserta isinya sebagaimana di dalam hadis Rasulullah SAW bersabda:
“Menggunakan waktu (seharian) di jalan Allah adalah lebih baik dari dunia beserta isinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
So, makna hidup yang sebenarnya tidak dapat ditentukan dengan berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

