mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
6 April 2021 by Qoryah Quran Mafatih

TIMES FOR ALLAH

TIMES FOR ALLAH
6 April 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Penulis: Zakaria_Naxsantri (Santri Ma’had Mafatih Purwakarta)

        Banyak sekali dibahas oleh buku-buku tentang kesuksesan dan dari buku-buku tersebut mengapa pembahasan tentang waktu banyak dibahas oleh para penulis sukses di luar sana? Jawabannya, karena banyak dari kita yang tertipu oleh kenikmatan waktu luang, seperti di dalam hadis Rasulullah SAW:

Dari ibnu Abbas radhiyallahu’anhu, dia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

      Oleh karena itu, kita akan bahas di artikel ini tentang bagaimana seorang muslim sejati harus bisa berdisiplin dalam waktu. Pasalnya, masih banyak sekali teman-teman kita yang menggunakan waktunya hanya untuk perbuatan sia-sia, padahal setiap detik yang kita lewati itu tidak akan bisa kita putar balikkan. Bahkan, orang-orang barat pun yang tidak belajar tentang agama Islam menganggap bahwa waktu itu adalah uang “time is money”. Sungguh orang-orang yang mengunakan waktunya dengan hal-hal yang sia-sia maka mereka sudah mendapat kerugian yang tak ternilai harganya. Apalagi jika orang-orang yang menggunakan waktu dengan perbuatan-perbuatan maksiat, sungguh orang itu sudah sangat rugi!!!

        Allah pun sudah memperingatkan manusia di dalam Alquraan tentang waktu:

“Demi masa, sungguh manusia beraa dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-Asr: 1-3)

        Karena saking berharganya waktu, sampai-sampai Allah SWT bersumpah demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Maka dari itu, barangsiapa yang menyepelekan waktu dan yang selalu bersantai-santai dalam kehidupan ini maka ia selalu berada dalam kerugian, setiap detik yang ia lewati ia mendapatkan kerugian. Na’uzdubillahi min dzalik.

       Imam Hasan Al-Bashri pun pernah berkata, “Wahai ibnu Adam (manusia) kamu itu hanyalah (kumpulan) hari-hari, tiap-tiap satu haru berlalu hilang sebagian dirimu.”

      Sebagian penyair berkata, “Waktu adalah perkara paling mahal yang perlu engkau perhatikan untuk dijaga tetapi aku melihatnya paling mudah enkau menyia-nyiakannya.” Bahkan, ulama-ulama salaf terdahulu, dalam menggunakan waktunya itu sangat luar biasa. Bahkan, terdapat sebuah riwayat bahwa ketika itu terdapat seorang ulama yang ingin sarapan. Sarapan ulama itu adalah roti dan satu gelas air. Namun, karena menurut beliau untuk mengunyah roti sangat membutuhkan waktu yang sangat lama, ia pun menceburkan  roti itu ke dalam gelas yang berisi air dan beliau pun langsung meminum air dan roti yang ada didalam gelas itu sekaligus sehingga beliau bisa menggunakan waktunya itu sangat efektif.

          Ingatlah, bahwasanya kita hidup di dunia ini bukan hanya untuk bermain-main (tanpa ada tujuan), seperti di dalam firman Allah SWT:

“Maka apakah kamu mengira bahwa kami menciptakan kamu main-main(tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (QS. Al-Mu’minun: 115)      

       Dan tentunya, sebagai seorang muslim sejati yang menggunakan waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat maka ia sudah mendapatkan kebaikan. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah SW berbda, “Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (Hadis hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi dan yang lainnya)

       Mungkin sekarang kita belum merasakan, bagaimana akibat dari setiap perbuatan yang kita lakukan dari waktu ke waktu. Namun, nanti, ketika umur kita sudah tua, jika kita selalu menyia-nyiakan waktu kita saat masih muda, kita akan menyesal dengan apa yang sudah kita perbuat. Sejatinya, setiap penyesalan itu datangnya belakangan, seperti yang dijelaskan didalam sebuah nasyeed:

“Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara: Sehat sebelum sakit

                                                                  Muda sebelum tua 

                                                                  Kaya sebelum miskin

                                                                  Lapang  sebelum sempit

                                                                  Hidup sebelum mati.”

      Sahabat fillah rahimakumullah, apalah artinya jika kita mempunyai umur yang panjang, tetapi dihabiskan dengan perbuatan-perbuatan yang sia-sia. Ingat tujuan kita di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah SWT, untuk menyiapkan bekal nanti ketika di akhirat, karena akhirat itulah kehidupan sesungguhnya yang kekal abadi.

       Oleh karena itu, janganlah kita sia-siakan umur dan waktu kita, hanya untuk mengejar-ngejar dunia karena dunia itu hanyalah kenikmatan yang menipu.

      Allah SWT telah menjanjikan kepada kita bahwa siapa saja yang menggunakan waktunya hanya untuk Allah maka ia mendapatkan ganjaran balasan yang lebih  baik dari dunia dan beserta isinya sebagaimana di dalam hadis Rasulullah SAW bersabda:

“Menggunakan waktu (seharian) di jalan Allah adalah lebih baik dari dunia beserta isinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    So, makna hidup yang sebenarnya tidak dapat ditentukan dengan berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

Previous articleStarting from Now!!!Next article "Marhaban ya Ramadhan"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org