Tanda-Tanda Kenabian Muhammad SAW sebelum Kelahiran hingga Masa Kecil
Sebagai nabi teragung nan termulia penutup para nabi di akhir zaman, kelahiran Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam sangat dinantikan oleh segenap umat di berbagai penjuru negeri. Kehadirannya disebutkan dalam sejumlah kitab suci akan membawa kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan bagi umat manusia hingga alam semesta.
Maka dari itu, wajar jika menjelang kelahiran Sang Nabi, berbagai peristiwa luar biasa terjadi di penjuru negeri. Semua persitiwa besar yang tak lazim itu merupakan pertanda akan hadirnya nabi sekaligus rasul Allah yang akan membawa perubahan besar bagi peradaban manusia di muka bumi.
Dalam kitab al-Fadha`il al-Muhammadiyyah karya Syaikhuna Yusuf an-Nabhani disebutkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam disertai dengan berbagai tanda-tanda akan munculnya seorang nabi. Beliau, Syaikh Yusuf An-Nabhani, menyebutnya dengan istilah Dalâ`il an-Nubuwwah, yakni tanda-tanda kenabian yang menjadi ciri bahwa beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam akan menjadi nabi.

Tanda-tanda kenabian itu di antaranya sebagai berikut.
- Memancarnya nur (cahaya) beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam pada ayahnya, bahkan seluruh kakeknya ke atas.
- Terjaga kesucian nasab beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam sehingga ayah dan kakeknya ke atas menghindari kebiasaan jahiliyyah berupa perzinaan.
- Hancurnya pasukan gajah yang menyerang Mekkah tempat lahir beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam.
- Padamnya api yang disembah kaum Majusi di Persia saat kelahiran beliau beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam.
- Beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam berbicara setelah dilahirkan, yakni memuji Allah subhanahu wa ta’ala.
- Ibu beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam menyaksikan banyak hal luar biasa saat hamil dan melahirkan, terutama keluarnya cahaya darinya hingga ke istana Syam.
- Keberkahan yang disaksikan Halimah as-Sa’diyyah pada hewan ternaknya, saat mengasuh dan menyusui beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam.
- Sejak kecil beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam terbiasa dengan basmalah.
- Dibelahnya dada beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam oleh para malaikat.
- Iringan awan yang selalu menaungi beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam. []

