TANDA-TANDA KENABIAN MUHAMMAD SAW dari Kecil hingga diangkat menjadi Nabi dan Rasul
Dalam pembahasan sebelumnya telah diuraikan sepuluh tanda kenabian Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dari menjelang kelahirannya hingga masa kecil beliau. Selanjutnya, masih dalam kitab al-Fadha`il al-Muhammadiyyah karya Syaikhuna Yusuf an-Nabhani. Beliau membahas bahwa kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam adalah suatu perkara luar biasa yang disertai dengan tanda-tanda akan kenabiannya.
Syaikh Yusuf An-Nabhani menambahkan Dalâ`il an-Nubuwwah, yakni tanda-tanda kenabian yang menjadi ciri bahwa beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam akan menjadi nabi, pada fase Nabi beranjak dewasa hingga diangkatnya beliau menjadi nabi sekaligus Rasulullah. Berikut di antaranya.

- Dijaganya beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dari segala kebiasaan buruk jahiliyyah semisal menyembah berhala, minum khamar dan berzina bahkan dari sekadar mendengarkan musik; lalu sempurnanya akhlak beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam sejak sebelum menjadi nabi dan rasul.
- Berbagai peristiwa luar biasa yang disaksikan Quraisy sejak beliaushallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam sebagai pemuda hingga sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul , termasuk kecerdasan beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dalam penempatan Hajar Aswad.
- Setiap melewati batu dan pohon beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam mendapatkan salam.
- Isra dan Miraj-nya beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dengan semua peristiwa yang menyertainya
- Pertolongan para Malaikat pada beberapa perang yang diikuti beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam.
- Terbelahnya bulan dan kembalinya matahari untuk beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam.
- Dijaganya langit dari para setan setelah kenabian beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam sehingga dengannya ramalan dan perdukunan dihentikan.
- Terjadinya berbagai peristiwa yang dikabarkan shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam sebelum kejadian, baik terbukti di masanya ataupun setelahnya bahkan hingga akhir zaman.
- Dikabulkan semua doa beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam yang banyak disaksikan para sahabat.
- Berkah pada makanan dan minuman yang disediakan untuk beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam sehingga cukup untuk banyak orang, padahal asalnya sedikit.
- Terjaganya beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dari kejahatan kaum kafir, terutama berbagai peristiwa yang terjadi saat hijrah dari Mekkah ke Madinah. []
