18 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang Tak Dimiliki Nabi yang Lain
Syaikhuna Yusuf an-Nabhani dalam kitab al-Fadha`il al-Muhammadiyyah menyebutkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam adalah suatu perkara agung yang disertai dengan berbagai tanda-tanda kenabian. Tak hanya itu beliau juga menyebut berbagai keistimewaan Muhammad sebagai nabi dan rasul dengan istilah Khashâ`ish an-Naby.
Khashâ`ish an-Naby adalah berbagai keistimewaan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam secara khusus. Artinya, keistimewaan tersebut tidak diberikan kepada Nabi dan Rasul yang lain selain beliau.

Beberapa keistimewaan kenabian itu di antaranya ialah sebagai berikut.
- Pintu al-Jannah (syurga) hanya dibukakan pertama untuk beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam.
- Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam adalah pemimpin Bani Adam di Yaumul Qiyamah, bahkan pemimpin bagi para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalâm
- Diberikan hak memberikan syafa’at pertama, bahkan dengan syafa’at Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam penantian panjang yang dialami seluruh manusia di Mashyar berakhir.
- Ditolong Allah subhanahu wa ta’ala dengan ketakutan musuh beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam sejauh perjalanan sebulan.
- Dihalalkan bagiNabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dan umatnya setelah musuh kalah perang.
- Dijadikan seluruh bumi sebagai mesjid, sehingga boleh shalat dimana saja asalkan suci bagi beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dan umatnya.
- Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam diutus kepada semua kaum dan setiap masa, tidak terbatas seperti para Nabi dan Rasul terdahulu ‘alaihimussalâm.
- Diberikan Jawami’ al-Kalam, sehingga Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam mampu menyampaikan sesuatu secara ringkas namun penuh makna, menjadi mudah dihafal dan dipahami.
- Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam adalah al-Hasyir, yakni semua umat dikumpulkan di Yaumul Qiyamah dipimpin beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam.
- Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam adalah al-Mahi yakni melalui beliau berbagai kekufuran dihapuskan, bahkan hanya beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam yang menyaksikan keberhasilan dakwah dalam masa hidupnya, berbeda dengan para Nabi dan Rasul terdahulu ‘alaihimussalâm.
- Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam adalah al-‘Aqib, yakni menjadi Nabi terakhir, sebagai penutup para Nabi, sehingga tidak ada lagi Nabi setelah beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam.
- Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dibangkitkan pertama kali saat Yaumul Ba’ats, diiikuti para Sahabatnya radhiyallâhu ‘anhum
- Diberikan kepada Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam nasab, hasab, adab, akhlak, takwa dan bahasa terbaik sehingga layak menjadi panutan bagi umatnya.
- Cahaya Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam diciptakan sebelum Nabi Adam ‘alaihissalâm.
- Nama dan kemulian Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam dijadikan tawassul Nabi Adam ‘alaihissalâm.
- Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam diberikan umat terbanyak dibandingkan para Nabi dan Rasul yang lain ‘alaihimussalâm, bahkan ditetapkan sebagai umat terbaik.
- Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam membalas setiap shalawat dan salam yang disampaikan kepada beliau shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam meskipun setelah meninggalkan kehidupan di dunia.
- Sebab, nasab dan pernikahan Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa âlihî wa sallam tidak terputus di Yaumul Qiyamah. []

