mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
9 Mei 2022 by Qoryah Quran Mafatih

3 Cara Merawat Kebiasaan Ramadan

3 Cara Merawat Kebiasaan Ramadan
9 Mei 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Momen terbaik untuk membentuk kebiasaan melakukan amal saleh adalah ketika bulan Ramadan. Kondisi lingkungannya sangat mendukung sekali, orang-orang punya cukup rasa malu untuk tidak menampakkan kemaksiatannya di depan umum.

Aktivitas syiar-syiar Islam juga bergerak secara serempak di manapun. Jadi, untuk memulai kebiasaan positif berupa amal saleh, tidak akan ada alasan untuk ragu dan menyalahkan lingkungan.

Tinggal kita melakukan mekanisme tertentu untuk memantau perubahan diri kita selama Ramadan, untuk tetap dijaga selepas Ramadan. Sebab amal saleh mudah sekali lepas setelah Ramadan, karena support systemnya tidak lagi berjalan seperti saat Ramadan.

1. Memilih Teman

Salah satu cara yang paling praktis untuk mendapatkan support system yang saleh, adalah dengan memilih teman.

Bagaimana dengan pernyataan yang mengatakan memilih teman itu tidak baik?

Konteksnya di sini adalah teman dekat yang bisa membantu kita untuk mendekat kepada Allah. Kalau tidak punya, maka kita akan lebih mudah terbawa arus. Sulit untuk berubah kalau lingkungan kita masih teman-teman yang belum tersentuh untuk mendekatkan diri pada Allah.

Adapun untuk aktivitas dakwah dan mengajak kepada Islam itu harus tetap dilakukan kepada teman-teman yang lama, karena mereka adalah orang yang harus kita selamatkan dari siksa api neraka. Demikian juga dari pemikiran sekularisme yang menjalar di dalam benak setiap manusia yang hidup hari ini. Kalau tidak ada aktivitas dakwah, mereka tidak akan terselamatkan dari kotornya sekularisme dan siksa neraka.

2. Mutaba’ah

Teman-teman ini yang akan melakukan kontrol terhadap amal saleh kita. Bukan riya’. Dalam konteks pelatihan kebiasaan untuk diri, penting untuk mengontrol amal saleh dan aktivitas kita untuk memastikan apakah kita masih berada dalam koridor keimanan atau tidak.

Jadi, ini merupakan hal yang wajar dalam konteks pendidikan, bukan untuk diumbar di depan umum.

Pola Pembentukan Kebiasaan

Setidaknya pola pembentukan kebiasaan itu ada 4 tahap: pemicu, kebiasaan, hadiah, dan hukuman.
Tinggal dibuat dalam bentuk kalimat untuk diafirmasi di setiap pagi hari setelah dzikir pagi.

Misalnya:
Setiap masuk dan keluar rumah, saya harus membaca doa, agar hati saya menjadi tenang dan mendapat cinta dari Allah. Jika tidak, berarti saya sudah melakukan kemaksiatan.

Setiap masuk dan keluar rumah adalah pemicunya. Membaca doa adalah kebiasaan yang ingin diterapkan. Ketenangan adalah hadiahnya.

Ketika lalai, berarti kita melakukan kemaksiatan. Itulah dosa yang kita dapatkan.

Sebetulnya pola pikir seperti ini sudah dilakukan oleh generasi terbaik umat ini. Hanya saja belum diteorikan. Hari ini kita menyusun pola pikir seperti ini dengan teori, agar lebih mudah dalam segi penerapannya.

3. Konsisten

Tinggal kita bertekad untuk konsisten. Ketika hendak melakukan suatu kebaikan, maka bertekadlah sebagai bentuk tawakkal kepada Allah. Dengan begitu Allah akan pelan-pelan memberikan hidayah-Nya. []

Oleh: Ustaz Alvy Rizqy Pratama (Pengajar di Pesantren Mafatih Purwakarta)

Previous articleBerkomitmen dengan Al-Qur'anNext article Tanda Sukses Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org