Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan harta untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Karena itu, manusia akan bekerja untuk memperoleh harta kekayaan. Salah satu dari ragam bekerja adalah berbisnis.
Dalam Islam, setiap muslim diwajibkan untuk bekerja, terlebih bagi yang memiliki tanggungan nafkah. Bekerja menjadi salah satu sebab utama seseorang memiliki harta kekayaan.
Namun, di samping adanya perintah untuk bekerja mengais rezeki, Islam juga sangat memperhatikan (mewajibkan) aspek kehalalannya, baik dari sisi perolehan maupun pengelolaan dan pembelanjaan.
“…dan jangalan kalian berbuat israf ( menafkahkan harta di jalan kemaksiatan). Sesungguhnya, Alah tidak menyukai orang-orang yang berbuat israf.” (QS. Al An’aam: 141)
Alhasil, bisnis islami adalah serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah (kuantitas) kepemilikan hartanya (barang/jasa) termasuk profitnya, tetapi dibatasi dalam cara perolehan dan pendayagunaan hartanya (ada aturan halal dan haram).
Adapun terkait prinsip dasar dari bisnis islami sebagaimana yang Allah firmankan dalam Alquran adalah sebagai berikut.
1. Seruan Pengadaan Pangan Berkualitas
“Hai seklaian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan…” (QS. Al-Baqarah: 168)
2. Seruan Pengadaan Pakaian Berkualitas
“Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan…” (QS. Al-A’raaf: 26)
3. Anjuran Pengadaan Jasa Transportasi
“Dan ia (binatang itu) mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya, Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan (Dia telah menciptakan) kuda, bighal, dan khimar agar kamu menungganginya…” (QS. An-Nahl: 7-8)
4. Anjuran Pengadaan Jasa Perdagangan
“….Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…..” (QS. Al-Baqarah: 275)
5. Dorongan Aktivitas Pencerdasan Umat
“Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya (ke meda perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah: 122)
6. Dorongan Pengadaan Kedokteran dan Pengobatan
“…Dari perut lebah itu keluarlah minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69)
7. Anjuran Pengadaan Industri Peternakan da Perikanan
“Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatang ternakmu. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Thaha: 54)
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu….” (QS. Al-Maidah: 96)
Sumber referensi: M. Ismail Yusanto & M. Karebet W., 2002, Menggagas Bisnis Islami, Jakarta, Gema Insani.

