mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
17 Desember 2021 by Qoryah Quran Mafatih

KISAH TELADAN ALI BIN ABU THALIB & NONMUSLIM TUA RENTA

KISAH TELADAN ALI BIN ABU THALIB & NONMUSLIM TUA RENTA
17 Desember 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Dalam karyanya Kitab Usfuriyah, halaman 3-4, Syekh Muhammad bin Abu Bakar mengisahkan pengalaman Sayyidina Ali bin Abu Thalib r.a. yang hampir tertinggal shalat subuh bersama Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Kisah ini cukup menarik untuk disimak karena mengandung hikmah pelajaran yang mendalam tentang bagaimana seorang muslim menjaga adab, sikap, maupun pergaulan khususnya terhadap orang yang lebih tua.

Cerita berawal dari suatu pagi ketika Sayyidina Ali bin Abu Thalib r.a. berjalan menuju masjid untuk mengejar shalat subuh berjamaah, seperti yang dikutip NU.or.id. Ia berjalan agak cepat karena sudah tertinggal takbiratul ihram pertama.

Nahas, di perjalanan ia terhambat oleh seorang lansia yang berjalan begitu lambat.

Sayyidina Ali ra tidak mendahuluinya. Ia menjaga tata kramanya terhadap orang lansia. Sayyidina Ali ra berjalan perlahan di belakang lansia tersebut.

Kisah Sayyidina Ali dan Seorang Nasrani Tua - Islami[dot]co

Waktu terus berjalan. Sementara matahari sudah hampir terbit yang menandai habisnya waktu Subuh. Tetapi Sayyidina Ali ra begitu terkejut saat orang lansia itu tidak berbelok ke masjid.

Ia terus saja melewati pintu masjid. Di situ Sayyidina Ali ra tahu bahwa lansia tersebut nonmuslim. Sayyidina Ali ra mendapati Rasulullah saw berada dalam posisi rukuk ketika memasuki masjid.

Dengan itu ia dapat mengejar rakaat Subuh. Ketika Sayyidina Ali ra datang, Rasulullah saw sudah melakukan rukuk sekira durasi dua kali rukuk.

“Wahai Rasulullah, kau menambah durasi rukuk yang belum pernah kaulakukan sebelumnya?” tanya sahabat seusai shalat.

“Ketika rukuk dan selesai membaca wirid sebagaimana biasa, subhāna rabbiyal azhīm, aku ingin bangun. Jibril datang dan meletakkan sayapnya di atas punggungku. Ketika ia mengangkat sayapnya dari punggungku, baru aku bangun,” kata Rasulullah saw.

“Mengapa demikian wahai Rasulullah?” tanya sahabat.

“Aku pun tidak bertanya kepada Jibril,” kata Rasulullah saw.

Jibril as datang dan menceritakan kepada Nabi Muhammad saw bahwa Sayyidina Ali ra setengah berlari mengejar shalat berjamaah.

Pengertian Fajar - Jagad.id

Di tengah jalan ia terhambat oleh seorang lansia yang juga sedang berjalan.

Sayyidina Ali sendiri tidak mengetahui bahwa lansia tersebut adalah nonmuslim.

Sayyidina Ali ra menghormatinya karena ketuaannya. Ia tidak mendahului orang tersebut. Ia memenuhi hak orang lansia.

“Allah mengutusku untuk menahan rukukmu agar Ali dapat mengikuti shalat Subuh. Ini tidak aneh. Yang paling aneh adalah Allah memerintahkan Mikail untuk menahan sejenak matahari dengan sayapnya demi Ali,” kata Jibril kepada Nabi Muhammad saw.

“Ini merupakan derajat atas penghormatan kepada lansia meski ia beragama Nasrani,” kata Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam kepada sahabat.

Wallahu a’lam bishawab. []

Previous article4 Langkah Mudah Menjadi Seorang Expert, Kita Pasti Bisa!Next article MELATIH KESADARAN BERSYARIAH ISLAM PADA ANAK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org