Menghafal Al-Qur’an memiliki keutamaan yang begitu besar di sisi Allah SWT. Namun menjadi suatu kesalahan fatal bagi penghafal al-Qur’an jika melakukannya hanya karena mengejar gelar tahfidz.
Mengejar gelar tahfidz saat menghafal al—Qur’an, membuatnya akan berfokus pada pujian manusia saja, tapi tidak dengan ridha di sisi Allah. Bahkan yang terjadi, ia hanya mendapatkan dosa dari riya. Sebab riya merupakan syirik kecil yang mampu menggugurkan pahala.
Maka penting sekali bagi para penghafal qur’an untuk menyadari hal ini dan memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar diberikan keikhlasan dalam segala ibadahnya, termasuk dalam ibadah menghafal Al-Qur’an.
Amalan menghafal Al-Quran mampu mengantarkan seseorang menuju surga Allah tetapi jika tidak ikhlas maka tidak akan masuk ke dalam surga bahkan mencium wanginya pun tidak akan bisa.
Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu (belajar agama) yang seharusnya diharapkan adalah wajah Allah, tetapi ia mempelajarinya hanyalah untuk mencari harta benda dunia, maka dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari kiamat.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Sehingga penting bagi setiap muslim saat memiliki keinginan untuk menghafal al-qur’an maka hendaknya meluruskan niat terlebih dahulu. Niat yang benar sangat penting dilakukan agar pikiran, perasaan, dan tindakan bisa dikendalikan oleh niat.
Apabila tidak berniat dengan benat, maka bisa jadi segala tindakan yang dilakukan itu akan dikendalikan oleh pikiran dan perasaan. Efeknya bisa ditebak pasti akan terjadi pasang surut sesuai dengan mood yang dirasakan pada saat itu.
Senan, segala amal ibadah tergantung pada niatnya. Begitu pula segala tindakan baik yang diniatkan lillahi ta’ala pasti akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.
Semoga Allah memberikan anugerah kenikmatan beribadah hanya karena Allah Subhanahu Wata’ala. []

