mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
7 Desember 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Adab Seorang Guru, Mengakui Ketidaktahuannya terhadap Suatu Ilmu

Adab Seorang Guru, Mengakui Ketidaktahuannya terhadap Suatu Ilmu
7 Desember 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Adab seorang guru menjadi salah satu hal dasar yang tidak boleh sampai terlupakan. Sebab salah satu faktor berkahnya ilmu bisa dirasakan murid dimulai dari seorang guru yang berhasil menerapkan adab dalam menyampaikannya.

Sehingga suatu hal yang sangat ditekankan agar guru bisa memegang sikap objektif dan berkata “Aku tidak mengetahuinya” untuk sesuatu yang tidak ia ketahui.

Selain daripada itu, adab seorang guru saat mengajar ialah hendaknya memegang sikap objektif dalam pelajaran dan perkataannya, mendengar pertanyaan dari penanya sebagaimana mestinya, sekalipun penanya anak kecil, tidak enggan mendengarkannya, karena jika ia enggan mendengar maka tidak akan mendapatkan faidah.

BACA JUGA: PENTINGNYA MENGABADIKAN ILMU AGAMA DENGAN MENULIS BUKU

Bahkan bila muridnya bertanya namun tidak mampu mengungkapkannya dengan baik, sedangkan sang guru mengetahui maksudnya maka hendaknya guru menjawabnya dengan baik, tentunya dengan menimbang jawabannya dengan sangat matang.

Adab Seorang Guru Dalam Ajarkan Ilmu - Islampos
Foto: jawapos.com

Bagi seorang guru, apabila tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan muridnya lalu mengatakan “Aku tidak mengetahuinya” maka ia telah melakukan kebenaran sesuai adab seorang guru.

Sebab jawaban tersebut sama sekali tidak menurunkan martabatnya sebagaimana perasangkaan orang-orang bodoh, justru dengan pengakuan tersebut mampu mengangkat martabatnya sebab menjadi bukti kemuliaan dirinya, kekuatan agamanya, ketakwaan kepada tuhannya, kebersihan harinya, kesempurnaan ilmunya, kebaikan niatnya, dan makna tersebut telah diriwayatkan kepada kamu daru beberapa ulama as-Salaf.

Adapun yang menolak ‘aku tidak tahu’, hanyalah orang yang agamanya lemah dan ilmunya minim, karena ia takut martabatnya akan jatuh di mata hadirin, ini merupakan kebodohan dan keringkihan dalam agama. Juga menunjukan jika ia tidak mengetahui atau tidak mampu menerapkan adab seorang guru dalam menyampaikan ilmu kepada muridnya.

Terkadang bahkan kesalahannya dikenal di masayarakat, dia pun terjatuh ke lubang yang ia berlalu darinya, dikenal oleh mereka dengan sesuatu yang dia menjauh darinya sebelumnya.

BACA JUGA: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU

Allah SWT mendidik para ulama dengan kisah Musa bersama al-Kahidir manakala Musa tidak memulangkan ilmu kepada Rasulullah SAW manakala dia ditanya, “Apakah ada seseorang dari penduduk bumi yang lebih berilmu daripada dirimu?”

Sehingga bagi para guru, tidak perlu merasa rendah diri apabila memang tidak mengetahui suatu perkara, maka jawablah, “Aku tidak mengetahuinya”. Karena hal ini bagian dari adab seorang guru. Adapun cara penanganannya, bisa dengan mengatakan, “Akan aku cari jawaban dari yang lebih berilmu dan kamu bisa bertanya pula kepada ahlinya” atau semisanya.

Wallahu a’lam bishawwab. []

Previous articlePentingnya Mengabadikan Ilmu Agama dengan Menulis BukuNext article Adab Murid pada Dirinya Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org