mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
7 Desember 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Pentingnya Mengabadikan Ilmu Agama dengan Menulis Buku

Pentingnya Mengabadikan Ilmu Agama dengan Menulis Buku
7 Desember 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Menulis buku sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh khalayak ramai. Namun untuk kali ini, lebih ditekankan kepada para mu’alim sebagai wasilah untuk mengabadikan ilmu agama.

Sebab tidak sedikit buku yang dihasilkan oleh sebagian orang belum memiliki faidah yang dibutuhkan umat.  Oleh karenanya, sangat dianjurkan bagi para mu’allim untuk memiliki kemampuan menulis sebagai bagian dari mengabadikan ilmu.

Dalam kitab tadzkiratussami wal mutakallim fii adab al-alim wal muta’alim, terdapat penjelasan mengenai anjuran menulis pada saat memiliki kapasitas untuk menulis. Hal ini bersamaan dengan ditekankannya seseorang harus didasari dengan keutamaan yang sempurna dalam isi tulisannya dan kapabilitas yang baik.

BACA JUGA: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU

Berikut Alasan Kenapa Dosen Harus Menulis Buku?
foto: pghc.uma.ac.id

Apabila sudah bisa dipastikan demikian, maka menyibukan diri dengan menulis, mengumpulkan dan menyusun karya tulis sudah seharusnya dilakukan. Adapun manfaat bagi seorang mu’allim, selain dengan tujuan mengabadikan ilmu agama ialah sebab dengan menulis akan membuatnya mengetahui hakikat berbagai bidang pengetahuan dan bagian-bagian ilmu yang cermat. Karena menuntut ketekunan dalam mencari dan menelaah, mengkaji dan memuraja’ah.

Serta menulis buku pun, sebagaimana yang dikatakan al-Khatib Baghdadi, “Menguatkan daya ingat, menajamkan hati, menghidupkan tabiat, membaguskan kemampuan untuk menjelaskan, mendatangkan sanjungan yang baik dan pahala yang besar, dan mengekalkan namanya hingga akhir zaman.”

Tentunya untuk mencapai tujuan mengabadikan ilmu agama, para mu’alim harus memperhatikan bidang yang manfaatnya menyeluruh dan banyak diburuhkan. Hendaknya menulis suatu ilmu agama yang jarang ditemui dan tentunya dengan penggunaan kata yang jelas.

Perlu dihindari juga agar tidak menjelaskan panjang lebar yang membosankan atau meringkas yang tidak menunaikan tujuan. Sebab capaiannya untuk mengabadikan ilmu agama, maka dalam kitab ini pula diingatkan agar tidak mengeluarkan atau menerbitkan buku yang ditulisnya sebelum mengeditnya, mengkaji, dan menatanya secara berulang-ulang.

Baca Juga: PUNYA PERPUSTAKAAN PRIBADI? BEGINI ADAB MENJAGA KITAB DI DALAMNYA

Diantara para mu’alim ada yang masih enggan menulis buku untuk mengabadikan ilmu agama, padahal bagi siapa saja yang sudah menguasai suatu bidang keilmuan maka tidak ada alasan untuk menghindarinya. Sebab apabila menulis tidak dilakukan para mu’alim maka bisa jadi akan banyak buku dengan kisah-kisah mubah atau lainnya sehingga akan membuat ilmu syariat diingkari dan dipandang buruk.

Meskipun bagi mereka yang belum menguasai suatu keilmuan, menghindari menulis sangat dianjurkan. Sebab nantinya kandungan tulisan bukanlah mengabadikan ilmu agama, namun justru mengandung kebodohan dan menipu siapa saja yang membaca bukunya. Lebih buruk lagi hal ini menyia-nyiakan usianya sebab melakukan sesuatu yang tidak dikuasainya dengan baik.

Wallahu’alam []

Previous articlePunya Perpustakaan Pribadi? Begini Adab Menjaga Kitab di DalamnyaNext article Adab Seorang Guru, Mengakui Ketidaktahuannya terhadap Suatu Ilmu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org