Adab menjaga kitab mungkin masih terdengar asing. Pasalnya para pemilik perpustakaan pribadi biasa menaruh kitabnya dengan posisi berdiri. Namun ternyata dalam menyususn perpustakaan pribadi yang berisikan kitab, ternyata ada adabnya loh.
Berikut 4 adab menjaga kitab yang perlu diperhatikan:
Adab Menjaga Kitab: Pertama, Ketika Hendak Menyalin atau Membacanya

Jika menyalin sebuah kitab atau membacanya, maka jangan meletakkannya di lantai dalam keadaan terbuka dan terbeber. Akan tetapi meletakannya diantara dua kitab, dua benda, atau kursi kitab yang dikenal agar jilidnya tidak cepat rusak. Jika meletakannya pada suatu tempat dalam keadaan tersusun hendaknya diatas kursi atau kayu atau yang sepertinya.
BACA JUGA: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU
Hendaknya tidak bersentuhan langsung dengan lantai, dan bersentuhan langsung dengan tanah agar tidak lembab dan lapuk. Jika meletakannya di atas kayu maka lapisi dengan sesuatu yang bisa menahan sampulnya agar tidak bersentuhan langsung.
Adab Menjaga Kitab: Kedua, Meletakkan Kitab Sesuai Isinya

Menjaga adab dalam meletakan kitab dengan menimbang ilmunya, kemuliaannya, para penulisnya dan di atas semuanya. Kemudian memperhatikan sisi kemuliaannya secara berurutan.
Jika ada mushaf al-Qur’an maka letakan di atas semua kitab. Lebih utama jika meletakan mushaf ke dalam tas yang bertali lalu meletakannya di paku atau pasak di dinding yang suci dan bersih.
Adapun berikut posisi kitab berdasarkan kemuliaannya setelah al-Qur’an:
1. Kitab hadis murni seperti Shahih muslim
2. Tafsir Al-Qur’an
3. Tafsir Hadis
4. Ushuluddin
5. Ushul Fiqih
6. Fiqih
7. Nahwu Saraf
8. Syair-syair arab
9. Arudh (Ilmu tentang syair-syair arab)
Jika dua kitab dalam satu disiplin ilmu yang sama, maka yang diletakan di atas adalah:
a. Yang paling banyak mengandung ayat Al-Qur’an atau hadis.
b. Kemuliaan penulis.
c. Lebih dahulu ditulis dan lebih banyak beredar di tangan para ulama dan orang-otang shalih
d. Yang lebih shahih dari keduanya.
Adab Menjaga Kitab: Ketiga, Menulis Nama Kitab

Hendaknya menulis nama kitab pada sisi halaman terakhir dari bawah dan memosisikan awal huruf dari nama kitab pada sampul yang ada di sisi basmalah. Faidah susunan nama kitab adalah mengetahui nama kitab dan memudahkan mengeluarkan kitab di antara kitab-kitab lainnya.
Adab Menjaga Kitab: Keempat, Memperlakukan Kitab

Hendaknya tidak meletakan banyak pembatas di dalamnya, tidak meletakan kitab besar di atas kitab yang kecil. Tidak menjadikan kitab sebagai penyimpanan kertas atau lainnya, bantal pipi, tempat sesuatu, kipas, sandaran dan alat pembunuh serangga atau lainnya. Hendaknya tidak menandai dengan ranting atau sesuatu yang kering tapi dengan kertas atau yang sepertinya. Jika dia berkuku, maka tidak membukanya dengan kukunya dengan kuat.
Demikianlah adab dalam menjaga perpustakaan yang terdapat kitab di dalamnya. Hendaknya tidak sekedar mengumpulkan kitab tanpa menyerap ilmunya. Wallahu a’lam. []
Sumber: Kitab Tadzkiratus Sami Wal Mutakallim fii Adab Al-Alim Wal Muta’alim

