Adab seorang guru menjadi salah satu hal dasar yang tidak boleh sampai terlupakan. Sebab salah satu faktor berkahnya ilmu bisa dirasakan murid dimulai dari seorang guru yang berhasil menerapkan adab dalam menyampaikannya.
Sehingga suatu hal yang sangat ditekankan agar guru bisa memegang sikap objektif dan berkata “Aku tidak mengetahuinya” untuk sesuatu yang tidak ia ketahui.
Selain daripada itu, adab seorang guru saat mengajar ialah hendaknya memegang sikap objektif dalam pelajaran dan perkataannya, mendengar pertanyaan dari penanya sebagaimana mestinya, sekalipun penanya anak kecil, tidak enggan mendengarkannya, karena jika ia enggan mendengar maka tidak akan mendapatkan faidah.
BACA JUGA: PENTINGNYA MENGABADIKAN ILMU AGAMA DENGAN MENULIS BUKU
Bahkan bila muridnya bertanya namun tidak mampu mengungkapkannya dengan baik, sedangkan sang guru mengetahui maksudnya maka hendaknya guru menjawabnya dengan baik, tentunya dengan menimbang jawabannya dengan sangat matang.

Bagi seorang guru, apabila tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan muridnya lalu mengatakan “Aku tidak mengetahuinya” maka ia telah melakukan kebenaran sesuai adab seorang guru.
Sebab jawaban tersebut sama sekali tidak menurunkan martabatnya sebagaimana perasangkaan orang-orang bodoh, justru dengan pengakuan tersebut mampu mengangkat martabatnya sebab menjadi bukti kemuliaan dirinya, kekuatan agamanya, ketakwaan kepada tuhannya, kebersihan harinya, kesempurnaan ilmunya, kebaikan niatnya, dan makna tersebut telah diriwayatkan kepada kamu daru beberapa ulama as-Salaf.
Adapun yang menolak ‘aku tidak tahu’, hanyalah orang yang agamanya lemah dan ilmunya minim, karena ia takut martabatnya akan jatuh di mata hadirin, ini merupakan kebodohan dan keringkihan dalam agama. Juga menunjukan jika ia tidak mengetahui atau tidak mampu menerapkan adab seorang guru dalam menyampaikan ilmu kepada muridnya.
Terkadang bahkan kesalahannya dikenal di masayarakat, dia pun terjatuh ke lubang yang ia berlalu darinya, dikenal oleh mereka dengan sesuatu yang dia menjauh darinya sebelumnya.
BACA JUGA: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU
Allah SWT mendidik para ulama dengan kisah Musa bersama al-Kahidir manakala Musa tidak memulangkan ilmu kepada Rasulullah SAW manakala dia ditanya, “Apakah ada seseorang dari penduduk bumi yang lebih berilmu daripada dirimu?”
Sehingga bagi para guru, tidak perlu merasa rendah diri apabila memang tidak mengetahui suatu perkara, maka jawablah, “Aku tidak mengetahuinya”. Karena hal ini bagian dari adab seorang guru. Adapun cara penanganannya, bisa dengan mengatakan, “Akan aku cari jawaban dari yang lebih berilmu dan kamu bisa bertanya pula kepada ahlinya” atau semisanya.
Wallahu a’lam bishawwab. []

