Salah satu keutamaan bulan Muharram adalah adanya puasa sunah Tasu’a dan Asyura yang bisa dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Keduanya merupakan puasa sunnah yang paling utama dikerjakan setelah puasa Ramadhan. Hal itu sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah sholat malam.” (HR. Muslim).
Dalam Kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu juz 3, Syaikh Wahbah Az Zuhaili mengatakan bahwa puasa Tasu’a disepakati oleh para ulama termasuk jenis ibadah tathawwu’ atau sunah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram. Sementara itu, pada tanggal 10 Muharram-nya merupakan puasa Asyura. Kaum Muslimin sangat dianjurkan melaksanakan puasa asyura mengingat keutamaannya yang dapat menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu.
Dalam sebuah hadis Imam Muslim, Abu Qotadah Al Anshari mengatakan,
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab: ‘Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.’ Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab: ‘Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu’.” (HR. Muslim)
Adapun perihal puasa Tasu’a maka dalilnya sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a.:
“Kalau saya lanjut umur sampai tahun yang akan datang, niscaya saya akan berpuasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram).” (HR. Muslim)
Niat puasa Tasu’a (18 Agustus 2021)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tasu’a sunnatal lillaahita’ala
“Saya niat puasa hari Tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala.”
Niat puasa Asyura (19 Agustus 2021)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala
“Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah Lillahi ta’ala.”
Wallahu a’lam bishawab. []

