Hasad yang banyak dikenal masyarakat ialah perilaku tercela yang harus dihindari. Namun Hasad pada dua perkara ini bisa digunakan sebagai perantara untuk menjemput ridha Allah.
Hasad yang dimaksud ialah ghibthah, yakni mengangankan sesuatu yang serupa dengan orang lain. Maksudnya seseorang tidak seharusnya menginginkan apa yang didapatkan oleh orang lain, kecuali dalam dua hal ini sebab bisa menjadi jalan untuk menjemput ridha Allah SWT.
Sejalan dengan perkataan Ibnu Mas’ud ra, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Tidak dibolehkan hasad, kecuali pada dua perkara: seseorang yang diberi Allah harta; kemudian ia membelanjakannya dalam kebenaran, dan seseorang yang diberi Allah hikmah, kemudian ia mengambil keputusan dengannya dan mengerjakannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: KITAB SUCI UMAT ISLAM
Hal ini dikarenakan seseorang yang memanfaatkan hartanya dalam kebaikan menandaka jika ia tidak hubuddunya, sebab ia tahu jika harta itu berasal dari Allah SWT maka ia mengembalikannya dengan cara membelanjakannya dalam kebenaran.

Adapun seseorang yang Allah beri hikmah atau hidayah, disampaikan oleh Sahl bin Sa’ad ra bahwa Rasulullah bersabda kepada Ali ra, “Demi Allah, sekiranya Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui engkau adalah lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah.” (HR Bukhari Muslim)
Yahya bin Syarf An-Nawawi rahimahullah memberikan penjelasan mengenai unta merah dalam hadis tersebut. Beliau rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah unta merah. Unta tersebut adalah harta teristimewa di kalangan orang Arab kala itu. Di sini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan unta merah sebagai permisalah untuk mengungkapkan berharganya (mulianya) suatu perbuatan. Dan memang tidak ada harta yang lebih istimewa dari unta merah kala itu. Sebagaimana pernah dijelaskan bahwa permisalan suatu perkara akhirat dengan keuntungan dunia, ini hanyalah untuk mendekatkan pemahaman (agar mudah paham). Namun tentu saja balasan di akhirat itu lebih besar dari kenikmatan dunia yang ada. Demikianlah maksud dari setiap gambaran yang biasa disebutkan dalam hadits. Dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang keutamaan ilmu. Juga dalam hadits tersebut dijelaskan keutamaan seseorang yang mengajak pada kebaikan. Begitu pula hadits itu menjelaskan keutamaan menyebarkan sunnah (ajaran Islam) yang baik.”
Baca Juga: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU
Maka tidak heran jika pada akhirnya hasad pada seorang yang mampu memanfaatkan hartanya dalam kebenaran serta seseorang yang diberi hikmah atau hidayah, menjadi hasad yang mampu menjadi perantara untuk menjemput ridha Allah.
Wallahu a’lam bishawab. []

