Menurut bahasa, manasik diartikan sebagai bersikap zuhud dan melaksanakan ibadah. Sementara itu, manasik menurut istilah syari adalah perbuatan dan ucapan yang harus dilakukan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji ataupun ibadah umrah.
Niat Manasik
Disunahkan bagi orang berihram setelah dirinya mandi, membersihkan diri, serta memakai pakaian ihramnya, untuk melafalkan niat manasik hajinya. Caranya, dengan menyebutkan bentuk manasik yang hendak dilakukan.
Apabila jamaah hendak melaksanakan haji tamattu’, ia mengucapkan,
لبيك اللَّهُمَّ عمرة متمتعا بها إلى الحج
“Labbaika allahumma ‘umratan mutamattian biha ilal hajji.”
Apabila haji ifrad yang dipilih, lafal niatnya adalah,
لبيك اللَّهُمَّ حجا
“Labbaika allahumma hajjan.”
Adapun bagi yang memilih haji qiran, lafalnya adalah,
لبيك عمرة وحجا
“Labbaika umratan wa hajjan.”
Perlu diingat, jika orang yang berihram tidak melafalkan niatnya, cukup baginya berniat dalam hati. Bahkan, Imam An-Nawawi berpendapat bahwasanya orang yang hanya melafalkan niat haji tanpa mengucapkannya dalam hati maka ihramnya tidak sah. []

